- Kasus pelecehan seksual di industri film Tanah Air kembali terjadi.
- Kali ini, seorang sutradara diduga melakukan pelecehan seksual berkedok casting film.
- Korban sendiri masih minor, atau anak di bawah umur.
Suara.com - Kasus pelecehan seksual di industri film Indonesia kembali mencuat. Ini setelah seorang remaja berusia 17 tahun, yang menggunakan nama inisial A di akun X, berani membagikan pengalamannya.
Kejadian ini diduga melibatkan seorang sutradara berinisial E, yang memanfaatkan proses casting film sebagai kedok untuk melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap korban yang masih minor.
Berdasarkan utas yang dibagikan oleh akun @/HabisNontonFilm pada 23 Februari 2026, kronologi ini menyoroti betapa rentannya calon aktor muda terhadap eksploitasi di balik janji karier di dunia hiburan.
Semuanya bermula dari pengumuman open casting untuk sebuah proyek film thriller yang dipromosikan melalui Instagram oleh sebuah agensi talenta.
Korban, yang tertarik, mengirimkan comcard (composite card) melalui WhatsApp ke nomor yang tercantum. Namun, yang menghubunginya bukan tim casting agensi, melainkan sutradara E sendiri.
Proses casting di lokasi berjalan lancar, dengan semua peserta diperlakukan baik hingga selesai. Tak lama setelah itu, korban mendapat telepon dari E yang menyatakan bahwa ia lolos casting.
Sayangnya, peran yang ditawarkan bersifat sensual, meskipun korban jelas-jelas masih di bawah umur.
Kemudian, komunikasi berlanjut melalui WhatsApp, di mana E mulai meminta foto-foto dengan pose tertentu yang semakin tidak wajar.
Dari screenshot chat yang dibagikan, E meminta korban berfoto mengenakan celana pendek atau rok pendek, dengan kaki sedikit dibuka lebar, tangan di angkat ke atas, dan bahkan mulut diikat dengan kain.
Baca Juga: Bukan Sutradara, Ini Pedofil! Timo Tjahjanto Desak Penjara untuk Pelaku Pelecehan Berkedok Casting
Sang sutradara juga menyarankan menggunakan timer untuk foto pose tangan tertentu, sambil menyertakan contoh dari video atau gambar yang ambigu.
Permintaan ini disertai dalih sebagai "referensi" untuk peran film, tapi jelas-jelas mengarah pada konten seksual.
Lebih parah lagi, E mengirimkan video porno sebagai bahan acuan dan menawarkan uang tunai untuk adegan-adegan intim, seperti cium pipi dan leher sebesar Rp250.000, cium ketiak Rp500.000, hingga pegang paha dan tindakan lebih eksplisit lainnya.
Korban merasa semakin tidak nyaman dan memutuskan untuk mundur dari proyek tersebut, terutama karena tidak ada kontrak resmi yang mengikat.
Namun, E justru melakukan gaslighting, memanipulasi korban dengan kata-kata yang membuatnya merasa bersalah atau berlebihan.
Korban akhirnya memilih speak up melalui utas panjang di X pada 21 Februari 2026, yang kemudian dirangkum dan disebarkan lebih luas oleh @HabisNontonFilm.
Dalam rangkuman tersebut, terungkap bahwa E adalah penulis skenario, sutradara, sekaligus pemeran utama dalam film berjudul Tirai Jagal.
Postingan open casting di akun agensi sudah dihapus, dan akun Instagram E sempat diprivate sebelum akhirnya mengunggah video klarifikasi.
Video klarifikasi dari E, yang diunggah pada 23 Februari 2026, dinilai belum memuaskan karena tidak menjawab secara tuntas tuduhan dari korban.
Ia mengklaim bahwa permintaannya hanyalah bagian dari persiapan peran, tapi banyak netizen menilai itu sebagai pembelaan lemah.
Kasus ini tidak hanya menimpa A. Korban lain juga berbagi pengalaman serupa. Ia mengaku sudah melalui casting, reading, hingga syuting, di mana ia mengalami kejadian aneh, traumatis, dan menjijikkan yang dipendam sendirian.
Korban ini mengapresiasi keberanian A dan menegaskan bahwa E sangat manipulatif, memanfaatkan posisinya sebagai produser.
Reaksi publik di X sangat keras. Banyak yang menyatakan kemarahan, seperti @/callbeys yang mengecam kesalahan ejaan E sebagai simbol ketidakprofesionalan, atau @/pegawaibumc yang menyebut chat-nya "mual" dan mempertanyakan bagaimana orang seperti itu bisa menjadi sutradara.
Akun @fooltearsm bahkan meminta sanksi sosial seberat-beratnya, sambil menyerukan pengawalan korban karena trauma yang dialami pasti berat.
Sementara akun @/HabisNontonFilm menyarankan korban mencari pendampingan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan mengajak siapa pun yang bisa membantu untuk ikut mengawal kasus ini.
Kasus pelecehan seksual ini menjadi pengingat bagi industri film Indonesia tentang pentingnya transparansi dan perlindungan terhadap talenta muda, terutama anak di bawah umur. Tanpa kontrak jelas dan pengawasan ketat, proses casting bisa disalahgunakan oleh oknum yang berkuasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
Jadwal Buka Puasa Semarang Hari Ini 24 Februari 2026, Cek Panduan Resmi Kemenag
-
Mengapa Harus Reapply Sunscreen? Ini 3 Rekomendasi Produknya
-
Cara Mengubah Jadwal Tiket Kereta Api dengan Mudah dan Cepat, Ini Syaratnya
-
6 Lokasi Penukaran Uang Baru Kas Keliling Pintar BI di Jogja, Jangan Sampai Kehabisan
-
Libur Sekolah Lebaran 2026 Berapa Hari? Cek Keputusan Resminya di Sini
-
Beda Pendidikan Dwi Sasetyaningtyas dan Arya Iwantoro, Pasangan Alumni LPDP Terancam Blacklist
-
Apa Sanksi bagi Penerima Beasiswa LPDP yang Tidak Pulang ke Indonesia?
-
Micellar Water Boleh Dipakai 3 Kali Sehari? Ini 7 Rekomendasi Aman Mulai Rp20 Ribuan
-
Gagal War Tukar Uang Baru di PINTAR BI? Ini Tips dan Panduan Lengkapnya
-
Viral di Jepang, Kini Tendon Premium Legendaris Ini Bisa Dinikmati di Indonesia