Suara.com - Seorang perawat di Warrington, Inggris, berbagi kesedihannya saat kehilangan salah satu pasien Covid 19 yang ia rawat. Vicky Neville, suster perawatan intensif di Rumah Sakit Warrington ini menulis catatan tentang hari kerjanya yang sekarang menjadi viral.
Cerita itu dibagikan Nursing Times dan menarik perhatian pembawa acara TV Piers Morgan, yang men-tweet: "Wow. Cerita yang sangat kuat, mengharukan, menginspirasi dan terkadang sangat menyedihkan oleh perawat Covid-19 Vicky Neville. Ini adalah bacaan yang menakjubkan.”
Dikutip dari Dailystar, Vicky menulis, “Menjadi perawat ICU bukan untuk yang lemah hati, apalagi yang sedang menghadapi pandemi, pekerjaannya cukup berat apalagi harus memakai alat pelindung diri (APD) lengkap.”
"Saya beruntung bisa bekerja di tempat yang luar biasa. Tempat yang selama gelombang pertama dan sekarang gelombang kedua telah menunjukkan ketangguhan dan ketekunan,” tulisnya lagi.
"Kami telah menyelamatkan banyak nyawa dan sayangnya kehilangan nyawa di sepanjang jalan termasuk staf kami sendiri." ungkapnya.
Vicky mengatakan, tingkat oksigen pasien Covid 19 sangat rendah. Selain itu, ia memiliki tugas untuk menelepon kerabat pasiennya.
Dalam ceritanya Vicky menjelaskan kepada kerabatnya jika kondisi pasien telah memburuk dan pihak rumah sakit bertanya apakah mereka dapat mengunjunginya.
Namun, pihak keluarga mengatakan kepada Vicky bahwa mereka tidak dapat masuk karena mereka sendiri sakit Covid-19 dan tidak ada orang lain yang cukup dekat yang dapat datang.
"Saya mendengarkan mereka menangis dan saya menahan air mata. Saya memberi tahu mereka bahwa saya bersama kerabat mereka dan saya tidak akan meninggalkannya. Saya tidak meninggalkan dia, saya tinggal di sisinya selama tiga jam” ungkap Vicky dalam ceritanya.
Baca Juga: Pilkada 2020, Bagaimana Nasib Pasien Covid-19 di Bali yang Jalani Isolasi?
Vicky dan rekan melakukan CPR selama 15 menit. Sempat ada detak jantung beberapa kali. Namun, sayangnya dia meninggal.
"Saya memegang tangannya dengan sarung tangan ganda, saya meletakkan hati yang dirajut di dadanya, pelindung mata saya mengepul karena air mata di mata saya. Dia berusia 57 tahun, seusia dengan ibu saya," kisahnya lagi.
Vicky menelepon kerabat pasien untuk mengabarkan informasi tersebut. Mereka terisak dan ia mengatakan sangat menyesal atas kehilangannya, meski di saat bersamaan mereka pun berterima kasih kepada Vicky dan rekan karena telah mencoba yang terbaik. (Fajar Ramadhan)
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
-
Dari Sunset hingga Pertunjukan Musikal, Ini 5 Cara Seru Menghabiskan Libur Panjang di Jakarta
-
Biaya Umrah di Hanania Travel Berapa? Disorot Usai Owner Tersandung Kasus Penipuan
-
Bulan Juni 2026 Ada Berapa Tanggal Merah? Cek Jadwal Libur dan Cuti Bersama
-
Keren! Remaja Ini Teliti Teh Kombucha Jadi Inovasi Medis Perban Ramah Lingkungan
-
30 Ucapan Hari Waisak 2026 Singkat Penuh Makna, Lengkap Link Twibbon dan Poster Siap Pakai
-
3 Shio Paling Beruntung Selama 1-7 Juni 2026, Hidup Diprediksi akan Lebih Baik
-
25 Link Poster Ucapan Hari Raya Waisak 2026 Gratis, Bisa Langsung Download dan Dibagikan
-
Qurban Era Digital: Bagaimana Teknologi Mengubah Tradisi Idul Adha di ASEAN
-
Lebih dari Sekadar Kurban, Iduladha Juga Mengajarkan Arti Kepedulian