Suara.com - Gunung Everest merupakan gunung tertinggi di dunia yang membentang di Nepal, India, hingga China.
Menariknya, ketinggi pasti Gunung Everest masih memicu perdebatan. Namun ada kabar baik karena kini tinggi pasti Gunung Everest telah disepakati yaitu memiliki tinggi. 8.848,86 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Ketinggian ini ditetapkan oleh Menteri Luar Negeri China Wang Yi, bersama perwakilan negara Nepal Pradeep Gyawali.
Keduanya menyetujui ketinggian gunung tertinggi di dunia ini, setelah sebelumnya surveyor Nepal mengukur puncak everest pada 2019 lalu, dan surveyor dari China juga melakukan hal yang sama di tahun ini.
Mengutip situs Metro, Rabu (9/12/2020) penetapan ketinggian ini menyudahi perdebatan antara China dan Nepal tentang tinggi sebenarnya Gunung Everest.
Perdebatan terjadi lantaran adanya dugaan bahwa tinggi gunung menyusut setelah gempa bumi yang terjadi pada 2015 silam dan menewaskan 9.000 orang. Gempa tersebut juga merusak satu juta bangunan di Nepal dan memicu longsoran salju yang menewaskan 19 orang di base camp.
Sekadar informasi, ketinggian Everest pertama kalinya ditentukan oleh tim Inggris pada 1856 dengan ketinggian 8.842 mdpl. Tapi berdasarkan survei yang dilakukan India pada 1954, ketinggian yang tepat adalah 8.848 mdpl.
Selanjutnya pada 1999, tim National Geographic Society yang menggunakan teknologi GPS menemukan ketinggian Everest mencapai 8.850 mdpl.
Selanjutnya tim dari China pada tahun 2005 mengatakan ketinggian Everest mencapai 8.844,43 mdpl, karena tidak menyertakan ketebalan tanah yang tertutup salju.
Baca Juga: Pembagian Vaksin Corona dari Jokowi Belum Jelas, DKI Siap Beli Sendiri
"Ini adalah tonggak sejarah pendakian gunung, yang pada akhirnya mengakhiri perdebatan tentang ketinggian atap dunia, karena hanya ada satu angka," kata Santa Bir Lama, Ketua Asosiasi Pendaki Gunung Nepal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Review Film Back to the 90s: Sensasi Nostalgia Era Boyband yang Penuh Warna
-
BPBD Kota Samarinda Petakan Kawasan Rawan Kabut Asap Dampak Karhutla
-
Kabut Asap, Dinas Kesehatan Riau Siapkan 18 Ribu Masker untuk Pelalawan
-
Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan