Suara.com - Mewujudkan cita-cita masyarakat yang inklusif di Indonesia harus segera terwujud. Namun menurut Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat, setidaknya ada ada tiga isu utama disabilitas yang masih harus jadi perhatian pemerintah.
Pertama, kata Lestari, adalah soalan pendataan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada 8,56 persen atau 21 juta dari total populasi Indonesia merupakan penyandang disabilitas.
Tidak ada detil data termasuk alamat terkait jumlah penyandang disabilitas membuat pemberian hak-hak mereka tidak berjalan dengan lancar dan baik.
Kedua adalah masalah stigma dan diskriminasi. Banyak orangtua enggan menyekolahkan putra putrinya karena dianggap memiliki kekurangan.
Ketiga, permasalahan pendidikan dan pekerjaan. Banyak penyandang disabilitas yang belum mendapatkan pendidikan dan pekerjaan layak. Mereka yang berhasil menyelesaikan pendidikannya, kerap harus berhadapan dengan hambatan mendapat pekerjaan yang layak dan sesuai.
Memiliki semangat membawa masyarakat yang lebin inklusif, Yayasan Perempuan Tangguh Mandiri Indonesia (Perempuan Tangguh Indonesia/PTI) memperingati Hari Disabilitas Internasional dan Hari Ibu 2020 yang jatuh pada 22 Desember dengan memberikan penghargaan Difabel Tangguh 2020 secara daring kepada tokoh difabel inspiratif dan ibu tangguh.
Acara yang bekerja sama dengan PT Ernst & Young (EY) Indonesia itu diharapkan dapat menginspirasi dan memotivasi masyarakat untuk berkarya di tengah situasi pandemi dengan keterbatasan yang ada.
"Kita bersama harus bergandengan tangan untuk mengikis stigma dan diskriminasi terhadap disabilitas, sebab para sahabat bukanlah obyek sosial, tetapi partner yang mendukung pembangunan berkelanjutan," kata Lestari Moerdijat dalam sambutan acara seperti yang Suara.com kutip di siaran pers Perempuan Tangguh Indonesia.
Ketua Umum Yayasan Perempuan Tangguh Mandiri Indonesia Myra Winarko, menegaskan ada tiga aspek yang menjadi latar belakang penghargaan ini, yakni diskriminasi, minimnya pendidikan, dan penyediaan infrastruktur.
Baca Juga: Momen Hari Ibu, Donna Agnesia Dapat Kado Spesial dari Juventus
Menurut Myra, penyandang difabel masih sering mendapatkan stigma negatif atau perlakukan diskriminatif dari masyarakat. Padahal banyak difabel yang memiliki kemampuan tak kalah dengan masyarakat yang tidak memiliki kekurangan fisik.
Selanjutnya, masih minimnya pendidikan soft skill dan profesi untuk difabel di Indonesia, sehingga berpengaruh kepada keadaan sosial dan ekonomi mereka. Ditambah lagi tantangan terbesar yang harus dihadapi dalam penyediaan infrastruktur yang masih kurang memadai.
"Penghargaan ini bertujuan untuk memberikan apresiasi pada penyandang difabel yang tangguh dan inspiratif sehingga dapat membangkitkan semangat penyandang difabel lainnya agar dapat terwujudnya masyarakat inklusif," kata Myra Winarko.
Penghargaan ini terdiri atas empat kategori yakni Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Ibu Tangguh Anak Mandiri. Berikut ini adalah daftar penerima penghargaan:
1. Penghargaan Difabel Mandiri diberikan pada Muhammad Syehqura (Ali) yang telah membuktikan perkembangan usaha terbaik di antara peserta Pelatihan Wirausaha Pemula Bidang Kuliner angkatan I.
2. Penghargaan Difabel Mandiri juga diberikan kepada Lies Pandan Wangi yang memiliki motivasi cinta kasih kepada sesama teman tuli dan menunjukkan perkembangan keterampilan terbaik di antara peserta Pelatihan Wirausaha Pemula Bidang Kecantikan - Makeup Artist angkatan I.
3. Penghargaan Difabel Tangguh diberikan kepada Salsa Bilah Regita Cahyani yang telah menginspirasi ketangguhan dalam keterbatasan yang dimiliki, sehingga tetap mampu berkontribusi dalam mempertahankan dan mengembangkan warisan seni budaya Indonesia, melalui tarian tradisional.
4. Penghargaan Ibu Tangguh Anak Mandiri diberikan kepada Hani Dian Indrati dan Nadia Samitra Zafira yang telah menginspirasi bahwa dengan cinta kasih, dan teladan ketangguhan, maka semua kelebihan dalam seseorang dapat diasah demi kemandirian, walaupun memiliki keterbatasan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Sitaan Fantastis di Kasus Korupsi Terbaru, Sejauh Mana Urgensi RUU Perampasan Aset?
-
Banyak Penyalahgunaan! Zulhas Minta Sebulan Bereskan MBG Sebelum Lapor Prabowo
-
Rupiah Betah di Level Rp18.000 per Dolar AS
-
Brutal! Penusuk Pengendara di Fly Over Pasar Tugu Diringkus Setelah 2 Bulan Buron
-
Strategi Dorong UMKM Desa Berkembang Melalui Peran Mantri BRI, Simak Kisah dari Sumatera Utara Ini
-
Mantri BRI di Sumatera Utara Ini Tak Gentar Lumpur dan Sinyal Demi Majukan UMKM Desa
-
Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp2.633.000/Gram
-
Ini Dedikasi Mantri BRI di Sumatera Utara: Menembus Batas Pelosok Demi UMKM Naik Kelas
-
Mengenal Apa Itu Museum Date, Kencan Elegan ala Ayu Ting Ting dan Kevin Gusnadi
-
Spanyol Sudah di Final, Siapa Kini Favorit Juara Piala Dunia 2026?