Suara.com - Bagi Anda yang ingin tahu bagaimana cara belajar Bahasa Korea dasar, khususnya tentang kosakata-kosakata dasar seperti salam yang sering digunakan di sana, jangan lewatkan ulasan menarik di bawah ini.
Belajar Bahasa Korea dasar dimulai dengan mengetahui kata-kata percakapan sehari-hari. Misalnya terima kasih, maaf, apa kabar dan semacamnya.
Sebelum kita belajar Bahasa Korea dan kosakata-kosakata yang sering digunakan, penting untuk diketahui bahwa Bahasa Korea juga memiliki tingkatan seperti Bahasa Sunda atau Jawa (halus dan kasar). Bahasa halus di Korea dinamakan Nophimmal, sedangkan bahasa Korea kasar/akrab/sesama dinamakan Panmal.
Bahasa Korea halus digunakan ketika kita berbicara dengan orang yang lebih tua atau orang yang lebih tinggi kedudukan jabatannya dari kita. Sementara Bahasa Korea kasar/ akrab biasanya digunakan pada saat berbicara dengan teman sebaya atau perkataan dari atasan ke bawahan.
Contoh Kosakata Bahasa Korea Halus
Kamsahabmnida / Komapseubmnida yang artinya Terima kasih.
Choesonghamnida / Mianhamnida yang artinya Maaf.
Annyeong haseyo yang artinya Apa kabar?
Annyeonghi kyeseyo / Annyeonghi kaseyo yang artinya Selamat Tinggal atau Selamat Jalan.
Baca Juga: Belajar Bahasa Korea Lewat Drakor, Ini 60 Istilah Terpopuler
Ne yang artinya Iya
Aniyo yang artinya Bukan atau Tidak.
Contoh Kosakata Bahasa Korea Kasar/Akrab
Gomawo yang artinya Terima kasih.
Mianhae yang artinya Maaf.
Annyeong yang artinya Apa kabar?
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi