Suara.com - Masyarakat Indonesia sangat hobi makan gorengan. Tak hanya sebagai camilan, tapi juga sebagai lauk sehari-hari. Sebut saja, ayam goreng, tempe goreng, tahu goreng, jamur goreng, dan masih banyak lagi variasi gorengan lainnya. Hal inilah kemudian mendorong PT Sasa Inti, perusahaan lokal terdepan yang memproduksi bumbu dapur, berinovasi dan meluncurkan Sasa Tepung Bumbu bervitamin.
Selama ini, mengonsumsi gorengan sangat lekat dengan stigma tak sehat, dan menjadi pemicu berbagai masalah kesehatan. Namun di satu sisi, sangatlah sulit memisahkan gorengan dari menu harian masyarakat Indonesia.
Albert Dinata, GM Marketing PT Sasa Inti, menjelaskan bahwa sejalan dengan misi Sasa untuk menghadirkan kebahagiaan melalui makanan lezat yang mudah disajikan, Sasa memahami bahwa masyarakat Indonesia juga membutuhkan dukungan dalam pemenuhan kelengkapan nutrisi.
“Sasa telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia selama lebih dari 50 tahun. Selama itu pula kami melihat secara mendalam kesukaan masyarakat Indonesia akan gorengan sebagai bagian dari menu harian. Keseluruhan pemahaman tersebut berpadu dengan rasa tanggung jawab sosial Sasa kepada pelanggan setia kami dari tahun ke tahun. Kami ingin memberikan yang terbaik, semangat yang mendorong kami untuk terus berupaya menghadirkan inovasi kebaikan dalam sebuah gorengan," kata Albert dalam Peluncuran Sasa Tepung Bumbu Bervitamin secara virtual beberapa waktu lalu.
"Upaya tersebut kemudian membuahkan hasil dan melahirkan Sasa Tepung Bumbu bervitamin berlabel ‘Sasa Platinum Care+’ yang terfortifikasi dengan kandungan zat besi, zink, vitamin B2 dan B9, serta serat pangan, untuk penuhi nutrisi dan berikan manfaat kesehatan lebih lengkap,” katanya lebih lanjut.
Mengenai inovasi Sasa Tepung Bumbu bervitamin, Susi Purnama, Head of R&D PT Sasa Inti, menjelaskan lebih detail mengenai proses fortifikasi pada produk terbaru ini.
“Bagi sebagian orang, hidangan gorengan merupakan menu yang kerap dihindari karena dirasa prosesnya telah menghilangkan nutrisi baik bagi tubuh. Situasi ini kemudian coba kami perbaiki agar masyarakat tetap dapat menikmati makanan favorit namun juga tetap mendapat nutrisi baik," paparnya.
Diawali dengan riset penelitian mendalam pada konsumen, diskusi dengan para stakeholder yang memiliki sudut pandang dan visi misi positif bagi seluruh lapisan masyarakat, hingga penggunaan teknologi yang tepat, semua itu kemudian mengerucut pada proses lahirnya Sasa Tepung Bumbu bervitamin, sebuah inovasi yang memberikan hasil hidangan gorengan tetap bernutrisi, dengan kandungan gizi tidak hilang ketika melalui proses penggorengan.
"Langkah menjadi kian mantap ketika Sasa Tepung Bumbu bervitamin mendapatkan sertifikasi dari BPOM. Dan kini masyarakat Indonesia tetap dapat menikmati makanan gorengan kesukaan mereka, sekaligus mendapat kelengkapan gizi yang bermanfaat untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh, di samping manfaat lainnya,” kata Susi mengenai Sasa Tepung Bumbu bervitamin yang proses pengembangannya makan waktu hampir satu tahun.
Baca Juga: Aksi Baik Bocah Penjual Gorengan ke Kakek, Warganet: Sedekah Tak Harus Kaya
Tentu saja, dengan kelebihan nutrisi yang ditawarkan Sasa Tepung Bumbu bervitamin, membuat biaya produksi sedikit bertambah. Namun Sasa berkomitmen untuk selalu memberikan harga terbaik kepada masyarakat, terlebih di tengah kondisi pandemi seperti ini, di mana tak semua orang mampu menghadirkan produk sehat dan segar setiap hari untuk dikonsumsi.
Dalam peluncuran Sasa Tepung Bumbu bervitamin ini, Sasa juga menggandeng Paula Verhoeven, figur publik sekaligus ibu satu anak yang sangat peduli pada asupan nutrisi keluarga kecilnya.
Nah, bagi Anda yang ingin segera berkreasi dengan menu gorengan sehat dan bernutrisi, Sasa Tepung Bumbu dengan Platinum Care+ telah tersedia sejak Februari 2021 ini. Yuk, mulai hidup sehat dengan memilih produk dan bahan makanan yang sehat, serta tak lupa berolahraga secara teratur!
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
7 Fakta Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok Mahasiswa Jelang Skripsi
-
Dwi Sasetyaningtyas Bangga Anak Berpaspor Inggris, Emang Boleh Ortu WNI Pilihkan Anak Jadi WNA?
-
Aturan Bayar Zakat Fitrah bagi Perantau, di Kampung Halaman atau Tempat Rantau?
-
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
-
Viral Host Quezelyhere Mundur, Ini Sanksi Hukum Artis yang Pura-Pura Spill Skincare padahal Endorse
-
Buntut Drama Bunga Sartika Resign, Bolehkah Artis Seolah Spill Skincare padahal Endorse?
-
Jejak Digital Dwi Sasetyaningtyas Jadi Sorotan, Flexing Dikasih Ajudan dari Ayah Mertua
-
Trik Marketing "Halo Kakak Spill Skincare" Ketahuan, Begini Aturan Main Iklan Skincare yang Benar
-
Cara Daftar Mudik Gratis Pos Indonesia 2026, Cek Syarat dan Rute Perjalanan
-
Eyeliner yang Bagus dan Tahan Lama Merek Apa? Ini 7 Pilihan Terbaik Mulai Rp30 Ribuan