Suara.com - Sejumlah netizen Malaysia ramai membicarakan aplikasi Sugarbook, setelah pengajukan penggunanya viral di media sosial.
Aplikasi ini disebut-sebut menjembatani para 'sugar baby' yang ingin mencari 'sugar daddy' maupun 'sugar mommy'.
Dilansir ANTARA, Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) mengklaim bahwa semakin banyak wanita Malaysia, terutama mahasiswa, menawarkan diri mereka di situs aplikasi ini.
MCM dalam pernyataannya di Kuala Lumpur, mengatakan aplikasi internet membuka pintu ke komunikasi yang lebih luas dan lebih terbuka termasuk aktivitas tidak bermoral seperti mengorganisir pesta liar, hubungan terlarang, dan aktivitas ilegal seperti menyediakan layanan prostitusi online.
Kasus-kasus seperti itu sedang diselidiki oleh Kepolisian Pemerintah Malaysia (PDRM) berdasarkan KUHP.
Klaim seperti yang ditemukan dalam tipu muslihat pemasaran perlu diselidiki untuk memvalidasi karena profil pengguna dapat dimanipulasi sesuka hati untuk tujuan yang berbeda termasuk untuk menipu korban.
Selain Sugarbook, ada berbagai aplikasi lain itu menawarkan "layanan kencan" atau layanan asmara yang mendalam.
Pengguna harus sadar bahwa mereka mudah tertipu dan terkena risiko kejahatan dunia maya jika tidak mengambil tindakan keamanan dunia maya dan pengendalian diri.
Risiko penipuan cinta akan meningkat dengan risiko malware dan spyware, kebocoran informasi pribadi, dan pelecehan seksual.
Baca Juga: Ini Negara Asia dengan Sugar Daddy Terbanyak, Indonesia Nomor Dua!
Berkaitan dengan hal tersebut, MCMC ingin berpesan kepada para pengguna aplikasi internet untuk selalu berhati-hati dalam memberikan informasi pribadi saat browsing media sosial atau aplikasi online, terutama untuk berhubungan dengan orang asing misalnya di situs pencarian teman.
MCMC dan PDRM akan terus memantau dan menyelidiki aplikasi sugarbook dan akan mengambil tindakan terhadap pengguna dan pemilik platform jika ditemukan melakukan kegiatan yang melanggar hukum negara ini.
"Jika ada unsur prostitusi, PDRM akan menindak lebih lanjut. Orang tua dan wali disarankan untuk terus memantau perilaku online anak dibawah pengawasan masing-masing dan peka terhadap perubahan gaya hidup yang bisa menimbulkan keraguan," katanya.
Berita Terkait
-
Dampak Karhutla sampai Malaysia, Menhut Raja Juli: Asap Nggak Punya KTP!
-
Menteri P2MI Mukhtarudin Tegaskan Negara Hadir untuk Anak Pekerja Migran di Malaysia
-
Malaysia Akui Kalah Dagang dari Indonesia
-
Malaysia Selangkah Lagi Jadi Negara Maju, Indonesia Masih Terjebak di Lantai Dasar
-
Warga Kuching Malaysia: Kami Tidak Bisa Lihat Apapun karena Asap Kebakaran Hutan Kalimantan
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Emil Audero Salah Pilih Klub? Pemerintah Serang Rayo Vallecano: Klub Gak Mampu
- Perbedaan Sunscreen Sejuta Umat Azarine vs Facetology, Bagus Mana?
Pilihan
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak
-
Kebakaran Melanda Apartemen Pavilion Tanah Abang, Petugas Sisir Penghuni Terjebak
-
Privilese TNI dari Suku Dayak Diduga Cara Rezim Amankan Ekspansi Bisnis Hutan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
Terkini
-
Felix TJ: Menjaga Kopi Indonesia Tetap Punya Rasa, Cerita, dan Tradisi
-
Mengenal Tiga Karakter Daging Sapi Australia dan Cara Tepat Mengolahnya
-
Bupati Nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Bantah Dakwaan Pemerasan dan Gratifikasi
-
Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas di Gang Karawang, Polisi Amankan Dua Orang
-
Dari Desa, Imigrasi untuk Rakyat, 171 Desa Binaan Jadi Benteng Awal Cegah TPPO
-
Bareskrim Rampungkan Perkara TPPU Direktur PT Indosterling, Berkas SWH P-21
-
Viral Tudingan soal Mantan Istri Polisi di Sumut, Akun Medsos Dilaporkan
-
Java United FC Tak Gentar Mulai Liga dengan Minus Dua Poin
-
Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif
-
Eks Perawat Culik Bayi di RS Medan Secara Acak untuk Dijual ke Pasutri, Ini Kronologisnya