Suara.com - Meghan Markle baru-baru ini dikabarkan marah akibat selimut bordir yang dia pesan datang dengan warna merah yang salah. Hal itu yang konon membuat dua asisten pribadi berhenti dalam beberapa bulan, menurut sebuah laporan.
Markle telah memesan hadiah yang disulam secara pribadi untuk para tamu di pesta menembak di perkebunan Ratu Elizabeth II di Sandringham. Pesta itu digelar tidak lama setelah pertunangannya pada 27 November dengan Pangeran Harry, kata seorang sumber senior kerajaan kepada The Times of London.
“Ketika [selimut] tiba, warna merahnya tidak sesuai untuk Meghan, dan dia marah pada [asisten pribadinya],” kata orang dalam itu kepada surat kabar Inggris.
Sumber itu mengatakan asisten Harry sendiri "pergi dalam beberapa bulan" setelah Meghan tiba di tempat kejadian sebagai pacarnya.
Melissa Touabti kemudian mengambil alih untuk menjaga Markle tetapi sangat "trauma" sehingga dia juga berhenti dalam beberapa bulan, menurut laporan itu.
Harry juga "berperilaku buruk selama berbulan-bulan" dan telah "kasar, picik dan stres tentang begitu banyak hal kecil". Tetapi "dia secara pribadi meminta maaf kepada semua orang yang terlibat" ketika dia mendengar ada keresahan staf, seorang mantan ajudan mengatakan kepada surat kabar Inggris.
Tapi Meghan tidak melakukannya. Anekdot yang dituduhkan itu muncul di tengah tuduhan intimidasi yang dilontarkan oleh orang dalam kerajaan terhadap Duchess of Sussex menjelang siaran TV-nya dengan Oprah Winfrey yang akan ditayangkan Minggu malam di AS.
Hingga selusin mantan pembantu kerajaan sedang "mengantri" untuk mengajukan keluhan tentang perlakuan mereka, surat kabar Inggris itu bersikeras.
Salah satu sumber senior kerajaan mengatakan kepada UK Times bahwa Markle datang ke kehidupan kerajaan meremehkan seberapa terstrukturnya, serta seberapa rendah dia akan berada di urutan kekuasaan.
Baca Juga: Mantan Pegawai Buka-bukaan, Meghan Markle Dituding Bully Staf Istana
"Dia ingin menjadi daftar 'A' - keluarga kerajaan berada di luar daftar 'A' - tapi dia menginginkannya dengan cara Beyoncé, tanpa batasan," sumber itu bersikeras.
“Dia tidak pernah siap untuk kehidupan kerajaan. Sejak awal, dia melakukan penolakan. "
Yang lain terkejut dengan saran bahwa staf memusuhi Markle karena warisan Afrika-Amerika-nya.
“Kebijakan keragaman dalam rumah tangga itu patut dicontoh,” salah satu sumber senior bersikeras pada monarki, mengatakan “mereka telah berusaha sekuat tenaga untuk menjadi inklusif.”
“Sangat salah jika mengatakan Istana secara institusional rasis. Sebenarnya tidak, "kata sumber tersebut kepada outlet.
Sumber lain berkata, "Semua orang membungkuk ke belakang untuk menampungnya."
"Sekarang mereka merasa benar-benar dicemooh dan dibuat secara kolektif agar terlihat seperti rasis," keluh sumber itu.
Perwakilan Sussex tidak menanggapi permintaan untuk mengomentari klaim terbaru. Tetapi sebelumnya mengecam laporan penindasan sebagai "kampanye kotor yang dihitung berdasarkan informasi yang menyesatkan dan berbahaya."
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul