Suara.com - Sebagai ruangan yang fungsional untuk semua penghuni rumah, kamar mandi tidak boleh absen dari sebuah hunian. Kamar mandi yang ideal tentunya bukan hanya mampu mengakomodasi kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK), tetapi juga faktor estetika dan kenyamanan penggunanya.
Kamar mandi juga bisa menjadi tempat yang menenangkan dan produktif. Sebagian orang mengatakan kalau mereka merasa tenang atau bahkan menemukan ide-ide yang tidak terpikirkan sebelumnya saat beraktivitas di kamar mandi.
Ketika Anda berencana untuk meningkatkan sisi estetika dan fungsionalitas dari kamar mandi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.Merenovasi kamar mandi sesuai keinginan, membutuhkan perencanaan yang serius dan matang. Untuk itu, Dekoruma punya lima hal yang perlu diperhatikan dalam proses renovasi kamar mandi.
1. Menentukan Budget dan Timeline yang Realistis
Sebelum memulai renovasi kamar mandi, menentukan budget dan timeline yang realistis tentunya menjadi langkah pertama. Berapa uang yang dianggarkan untuk merenovasi kamar mandi sesuai kebutuhan dan keinginan. Seberapa cepat Anda butuh renovasi kamar mandi untuk selesai.
Mengunci budget mencegah pengeluaran yang tidak penting saat proses renovasi berlangsung dan proyeksi waktu pengerjaan juga dibutuhkan untuk memastikan berapa lama kamar mandi tidak bisa digunakan.
2. Pertahankan atau Ubah Tata Letak Kamar Mandi
Keputusan untuk mempertahankan atau mengubah tata letak kamar mandi juga berpengaruh terhadap budget dan waktu pengerjaan. Mengubah tata letak kamar mandi seperti posisi bathtub, shower, kloset, atau wastafel berarti menambah budget dan lama waktu pengerjaan.
Mengubah posisi produk-produk sanitari ini berarti berkaitan dengan berubahnya sistem perpipaan, pembuangan limbah, dan lain-lain. Ketika budget Anda terbatas, mempertahankan tata letak kamar mandi adalah pilihan terbijak.
3. Sesuaikan dengan Ukuran Ruangan
Ketika ukuran kamar mandi tidak terlalu besar, memasang bathtub hanya akan membuat kamar mandi terasa sempit. Keputusan-keputusan seperti pemasangan bathtub atau shower, apakah ada ruangan khusus untuk shower, dan seberapa besar ukuran wastafel baru yang akan dipasang tergantung dengan ukuran kamar mandi.
Meski sisi estetika dan kenyamanan juga penting, pastikan Anda tidak melupakan sisi fungsionalitas yang akan berkurang ketika furnitur-furnitur di kamar mandi terlalu memakan tempat, tapi belum tentu digunakan setiap hari.
Baca Juga: Semakin Estetis, Ini 5 Dekorasi Rumah yang Bisa Dibuat Sendiri
4. Material Tahan Air dan Awet
Sebagai tempat yang akan terkena air dan basah selama beberapa waktu, memilih material yang tahan air dan awet sangat penting dalam merenovasi kamar mandi. Hindari menggunakan material-material seperti kayu atau bambu yang akan lapuk ketika terkena air secara konstan.
Keramik, bebatuan alam, kaca, atau terkadang plastik selalu menjadi material terbaik untuk kamar mandi karena jauh lebih tahan terhadap air. Anda juga bisa menggunakan cat dinding waterproof untuk mencegah dinding berjamur akibat lembap.
5. Pencahayaan dan Ventilasi yang Memadai
Jika Anda memiliki opsi untuk memasang jendela di kamar mandi, lebih baik pasang saja karena selain menambah ventilasi untuk mengurangi kelembaban, kamar mandi yang bercahaya bisa memberikan pencahayaan alami di pagi dan siang hari. Tentunya, hal ini bisa menghemat pemakaian listrik di rumah.
Namun, jika memasang jendela tidak bisa dilakukan, pencahayaan kamar mandi bisa direncanakan sesuai kebutuhan. Jangan lupa untuk memasang fan exhaust sebagai ventilasi kamar mandi tanpa jendela.
6. Pemisahan Area Basah dan Area Kering
Bagi sebagian orang, kamar mandi yang selalu basah menjadi satu hal yang mengganggu bagi mereka. Misalnya, area kloset yang juga basah karena tidak ada sekat antara area shower dan kloset. Kalau Anda salah satunya, pastikan untuk memberikan batas yang jelas antara area basah dan kering.
Hal ini bisa dilakukan dengan memasang saluran air yang memadai, menggunakan tirai atau pintu shower, membuat area shower atau bak mandi lebih rendah satu tingkat dibandingkan area wastafel dan kloset.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
3 Varian Sunscreen Emina Paling Laris di Shopee, Bikin Kulit Jadi Lebih Glowing
-
Peritel Fashion Mulai Kenakan Biaya Retur, Bisakah Benar-Benar Kurangi Limbah?
-
Nonton Piala Dunia 2026 Gratis di Mana? Pemilik TV Lama Jangan Buru-buru Beli Baru
-
Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 Bareng Telkomsel dan MAXStream, dari Sumatra hingga Maluku
-
Urutan Skincare yang Benar Harus Double Cleansing? Ini Kata Dokter Kulit untuk Jaga Skin Barrier
-
Cara Langganan Folaplay untuk Nonton Piala Dunia 2026 di HP
-
Cara Mengetahui Weton dari Tanggal Lahir dan Tahun, Cek Hitungan Neptu dan Arti Watak
-
5 Barang yang Dilarang Ada di Rumah Menurut Feng Shui, Diyakini Bisa Bawa Sial
-
AI Jadi Mesin Utama Fast Fashion: Riset Soroti Dampaknya bagi Pasar dan Lingkungan
-
Mengapa Fast Fashion Masih Diminati Meski Berdampak Buruk bagi Lingkungan?