Suara.com - Bulan Ramadan belum genap satu minggu, namun publik baru-baru ini dibuat iba sekaligus murka dengan kisah salah seorang penjual es kelapa yang viral di media sosial.
Ya, dari kisah yang diunggah akun Kang Oteng melalui grup Facebook Komunitas Orang Susah, awalnya pria ini bercerita bahwa dirinya memang di awal bulan puasa berjualan es kelapa muda.
Menggunakan gerobak sederhana, seperti biasa pria ini berjualan mulai pukul 2 siang hari. Siapa sangka, tiba-tiba ada seseorang yang memesan 50 bungkus es kelapa muda untuk acara buka puasa bersama di masjid.
Angin segar untuk Kang Oteng ketika mendengar pesanan dari pelanggan yang jumlahnya tidak sedikit itu.
Pelanggan tadi meminta pemilik akun Kang Oteng tersebut untuk mengantarkan 50 bungkus kelapa muda tersebut ke masjid yang ia tunjuk.
Ia langsung mengiyakan permintaan pelanggan, sebab jumlah es kelapa muda yang dipesan cukup banyak.
Tanpa ragu, Kang Oteng menggunakan motor satu-satunya mengantarkan 50 pesanan es kelapa muda tersebut dan meminta sang istri untuk bergantian menjaga lapak.
Tiba di depan masjid, pelanggan tadi meminta Kang Oteng turun dan meminjam motor si penjual es kelapa muda untuk mengambil uang.
Tanpa menaruh rasa curiga, Kang Oteng meminjamkan motornya. Namun nahas, ketika Kang Oteng bertanya ke warga sekitar, mereka mengatakan bahwa tidak ada acara buka bersama di masjid itu.
Baca Juga: Cerita Wanita Ngaku Pernah Batal Puasa Bareng Pacar, Publik: Miris
Sedihnya lagi, motor penjual es kelapa muda itu telah raib dibawa si penipu berkedok memborong dagangan tadi.
Kisah penjual es kelapa muda yang kena tipu ini menjadi viral usai diunggah oleh akun Twitter @campoorans beberapa waktu lalu.
Tidak sedikit warganet yang ikut iba mendengar kisah penjual es kelapa kena tipu tersebut.
"Langsung sedih baca ceritanya,"sebut salah seorang warganet.
"Ya ampun tega sekali, orang kayak gini nggak punah aja apa ya,"imbuh warganet lain.
"Padahal niat baik, dibalas jahat beneran orang jahat,"timpal warganet lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Menularkan Kepedulian dari Pinggiran Ciliwung: Cara River Ranger Ubah Cara Pandang Terhadap Sungai
-
4 Rekomendasi Sabun Cuci Muka dari Brand Lokal untuk Pudarkan Flek Hitam
-
Masih Bolak-balik Bisnis ke Indonesia, Segini Kekayaan Shin Tae-yong
-
3 Jenis Kanker yang Paling Banyak Menyerang Anak Muda di Singapura
-
Lirik Lagu Erika oleh OSD HMT ITB yang Berisi Pelecehan Seksual
-
7 Rekomendasi Parfum Heaven Scent Best Seller, Wangi Mewah Tak Harus Mahal!
-
5 Sepeda Lipat Ukuran 20 yang Nyaman dan Praktis, Mulai Rp800 Ribuan
-
Kontroversi Dikidoy, Akun yang Live TikTok Sidang Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI
-
Apa itu Objektifikasi Perempuan? Berkaca pada Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI
-
Apa Beda Whistleblower dan Justice Collaborator di Kasus Pelecehan FH UI?