Suara.com - Aturan pelarangan mudik lebaran banyak menuai kritik publik lantaran bertolak belakang dengan kebijakan dibolehkannya kegiatan wisata. Mudik dilarang lantaran dinilai berpotensi menyebabkan kerumunan dan mobilitas tinggi di masyarakat sehingga beresiko sebabkan penularan Covid-19.
Meski dinilai paradoks, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno punya strategi untuk memastikan kegiatan wisata tidak memicu lonjakan kasus Covid-19.
"Pemerintah dalam hal ini pihak yang terkait di lapangan telah melakukan persiapan. Seperti kita lihat di beberapa media dan laporan yang saya terima, sudah ada penyekatan-penyekatan di setiap jalur maupun daerah perbatasan," kata Sandi dalam media breafing di kantor Kemenparekraf, Jakarta, Selasa (27/4/2021).
Untuk menyukseskan strategi tersebut tetap dibutuhkan kepatuhan ari masyarakat. Karena berkaca dari libur lebaran tahun lalu, lanjut Sandi, meski ketika itu aturan PSBB diberlakukan secara ketat namun lonjakan kasus tetap sulit dihindari.
"Ternyata peningkatan penularan Covid-19 naik 94 persen. Pemerintah akan secara tegas melakukan penindakan di lapangan jika nantinya ditemukan masyarakat yang tetap bepergian," ucapnya.
Selain itu, beberapa wilayah yang telah diizinkan melakukan kegiatan aglomerasi, seperti Jabodetabek, Sandi memastikan bahwa pemerintah betul-betul melakukan tindakan agar masyarakat mematuhi aturan PPKM yang masih berlaku dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.
Selain itu, masyarakat juga diizinkan untuk berkegiatan wisata akan tetapi diutamakan wisata lokal. Sandi mencontohkan seperti wisata lokal di Jabodetabek yang tersedia wisata berbelanja, wisata olahraga di Gelora Bung Karno Senayan, wisata berbasis bahari di Ancol, hingga wisata berbasis fauna di ragunan.
"Tentunya dalam bingkai PPKM skala mikro dibolehkan, namun destinasi yang dibuka oleh Pemprov DKI harus mematuhi protokol kesehatan batasan jumlah pengunjung. Testing yang seperti apa mulai dari pengecekan suhu mencuci tangan, bagaimana mematuhi penggunaan masker, dan menjaga jarak. Jadi kedisiplinan dan rasa tanggung jawab masyarakat yang akan menentukan," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Intip Rencana Bisnis SWAP Usai IPO
-
Samsung Galaxy Watch9 Rilis, Bawa AI Kesehatan dan Snapdragon Wear Elite
-
Hari Ke-5 Pencarian Korban Hilang Banjir Bandang, Operasi Evakuasi Skala Besar Dimulai
-
Harga Saham Anjlok, Bisnis Pop Mart Mulai Redup
-
3 Sepatu Lokal yang Cocok Dipadukan dengan Celana Jeans, Tampilan Makin Stylish
-
Untuk Pemula Mending Sepeda Frame Alloy atau Karbon? Ini Perbedaan dan 5 Rekomendasinya
-
Viva Face Tonic Lemon untuk Kulit Apa? Ini Manfaat dan Cara Pakainya
-
Kenapa Muktamar NU Sepakat Rais Aam dan Ketum PBNU Dilarang Rangkap Jabatan Politik?
-
Yoo Ah In Resmi Comeback Lewat Film Okultisme Baru Garapan Sutradara Exhuma
-
Muktamar NU Memanas, Begini Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU