Suara.com - Tanggal 28 April selalu diperingati sebagai Hari Puisi Nasional. Ini diperingati untuk mengenang penyair Indonesia Angkatan 45, yakni Chairil Anwar yang mahsyur dengan karya-karya puisi salah satunya bertajuk Aku dan juga Karawang-Bekasi.
Lewat Hari Puisi Nasional tepat hari ini, Rabu (28/4/2021), kamu bisa mengenai karya puisi dari empat penyair lain selain Chairil Anwar seperti yang telah dirangkum oleh Suara.com berikut ini!
1. Joko Pinurbo
Penyair yang terkenal lewat karya puisi berjudul Celana ini, sudah menerbitkan banyak buku kumpulan puisi seperti Celana (1999), Baju Bulan (2013), Selamat Menunaikan Ibadah Puisi (2016), dan buku puisi terbarunya yakni Perjamuan Khong Guan (2020).
Kebanyakan puisi karya Joko Pinurbo atau yang akrab disapa Jokpin memiliki unsur humor, juga barang-barang sehingga memiliki keunikannya sendiri. Penyair yang satu ini bisa kamu baca bukunya selama di rumah, dan rasakan puisinya yang penuh nuansa humor.
2. M. Aan Mansyur
Nama penyair ini mulai naik setelah terlibat dalam proyek film layar lebar Ada Apa Dengan Cinta 2. Lewat buku puisinya berjudul Tidak Ada New York Hari Ini, membuat namanya melambung dalam dunia sair Indonesia.
Selain itu, buku puisinya yang juga telah terbit juga banyak. Salah satunya Cinta Yang Marah (2017), Sebelum Sendiri (2017), Melihat Api Bekerja (2015), dan buku puisi terbarunya yang telah terbit tahun ini, berjudul Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau (2021).
Penyair yang berdomisili di Makassar ini, bisa kamu baca karyanya, yang penuh nuansa romansa dengan bahasanya yang indah.
3. Agus Noor
Penyair yang satu ini juga merupakan penulis cerpen yang karyanya selalu hadir di Kompas. Meski dikenal sebagai penulis cerpen, Agus Noor juga menulis buku kumpulan puisi yaitu Barista Tanpa Nama (2018) dan Ciuman Yang Menyelamatkan Dari Kesedihan (2012).
Karya puisinya lebih menggambarkan romansa dan percintaan, dengan bahasa yang sederhana. Tentunya, karya penyair yang satu ini wajib kamu baca ya.
Baca Juga: Kisah Muhammad Kasim Arifin, Mahasiswa IPB 15 Tahun Tak Pulang Usai KKN
4. Sapardi Djoko Damono
Sudah tidak asing lagi dengan penyair yang satu ini, lewat karya puisinya yang fenomenal berjudul Aku Ingin. Meski sudah tiada, namun karya-karyanya tetap beredar di pasaran. Kamu bisa membaca kumpulan puisi dari penyair yang satu ini, mulai dari Hujan di Bulan Juni, Ayat-Ayat Api, Sutradara Itu Menghapus Dialog Kita, Melipat Jarak, dan Ada Berita Apa Hari Ini, Den Sastro?
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Diskon Belanja Hingga 50 Persen di AZKO dari BRI, Cek Syaratnya
-
Mirip 98 Persen! Meterai Palsu Banjiri Marketplace, Cara Mudah Bedakannya Pakai Air Liur
-
Peringati HUT RI ke-81, Semen Gresik Dorong Insan Perusahaan Hadirkan Karya Terbaik bagi Negeri
-
Kenapa Kulit Melasma dan Flek Hitam Disarankan Pakai Tinted Sunscreen? Begini Kata Dokter
-
6 Shio Paling Beruntung Akhir Agustus 2026: Rezeki Nomplok hingga Asmara Membara
-
Tanggapan Istana soal Sorotan Netizen Terkait Gambar Prabowo di Atraksi Terjun Payung HUT RI
-
Proyek Danantara Development Management Fund Dipastikan Tak Pakai APBN
-
Pemadaman Karhutla di Habitat Harimau Pelalawan Terkendala Ketebalan Gambut
-
Bursa Kripto CFX Perkuat Komitmen Keberlanjutan Melalui Aksi Pelestarian Laut di Bali
-
Gatot Nurmantyo Wanti-wanti Prabowo! Ancaman Perang Kognitif Bisa Lumpuhkan Pemerintahan