Suara.com - Lebih dari satu tahun sudah pandemi Covid-19 berlangsung. Selama itu juga aktivitas di luar ruangan dibatasi untuk mencegah penularan virus corona.
Kini, banyak orang mesti bekerja dari rumah. Tentunya situasi ini akan mengubah banyak hal. Seperti salah satuya kondisi kulit.
Muncul sejumlah pertanyaan, seperti, perlukah pakai tabir surya atau sunscreen saat kerja dari rumah?
“Ya, Anda harus memakai SPF di dalam ruangan jika Anda duduk di dekat jendela, atau di depan layar komputer, karena Anda terpapar cahaya yang berpotensi merusak kulit,” Elizabeth Mullans, MD, seorang dokter kulit bersertifikat mengatakan seperti dilansir dari NY Post.
Bahkan jika jendelanya tertutup, seorang harus menggunakan tabir surya tersebut, kata Mullans.
“Sangat mudah untuk percaya bahwa begitu kita berada di dalam ruangan, kita terlindungi dari matahari. (Padahal) tidak semua kaca dibuat sama. Penting untuk menerapkan SPF 30 setiap hari atau lebih tinggi karena sinar UVA yang berbahaya dapat menembus jendela," kata dia.
Dokter kulit lain menjelaskan bahwa jendela biasanya menawarkan perlindungan yang baik terhadap sinar UVB, tetapi bukan UVA. Min Deng, dokter kulit di MedStar Health membandingkannya dengan warna jendela pada mobil, yang juga menawarkan perlindungan spektrum luas terhadap sinar UVA.
"Kami tahu bahwa jendela tidak bagus dalam menyaring UVA," katanya, merujuk pada gambar wajah pengemudi truk yang terkenal di New England Journal of Medicine, yang setengahnya terlihat rusak akibat sinar matahari setelah bertahun-tahun terpapar.
Meskipun mungkin tampak seperti ide yang bagus untuk mengatur meja Anda menghadap jendela, Mullans mengatakan dia menyarankan untuk tidak tinggal di sana sepanjang hari, setiap hari.
Baca Juga: Agar Bisa Dapatkan Manfaat Vitamin D Matahari, Ini Tips Pakai Tabir Surya
"Jika Anda duduk di dekat jendela untuk waktu yang lama, ikuti aturan tabir surya dan gunakan kembali setiap dua jam," katanya.
Deng setuju dan mengatakan bahwa mereka yang memiliki sensitivitas atau alergi matahari, seperti pasien dengan fotodermatosis, harus melewatkan jendela sama sekali.
“Jangan duduk di depan jendela sepanjang hari tanpa tabir surya,” kata Deng. “Jika mereka akan, setidaknya memakai tabir surya, gunakan kembali seolah-olah Anda berada di luar, jika tidak, menjauhlah dari itu sedikit.”
Kedua ahli kulit sepakat bahwa Anda tidak boleh melewatkan tabir surya saat Anda terpapar sinar matahari, bahkan jika Anda memakai masker karena banyak area yang masih terpapar, Mullans menambahkan.
“Jika khawatir tentang penggunaan tabir surya yang berat pada wajah, coba gunakan pelembab ringan dengan asam hialuronat sebelum penggunaan masker untuk melindungi pelindung kulit dan tindak lanjuti dengan tabir surya dengan SPF 30 atau lebih tinggi sebelum keluar,” katanya.
Deng mengatakan bahwa dia memberi tahu pasien untuk "bersenang-senang di bawah sinar matahari", tetapi melakukannya dengan aman. Dia merekomendasikan tabir surya berbasis seng oksida dan bagi pasien untuk memilih krim daripada semprotan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung