Suara.com - Salah satu brand fashion mewah yang berbasis di Florence, Italia, Gucci, baru saja meluncurkan sebuah kaftan yang terinspirasi dari busana yang sering dipakai di Asia, terutama di India.
Kaftan yang dibuat menggunakan bahan dari linen organik dengan bordir bunga ini dibanderol dengan harga mulai dari 2.100 - 3.500 Dollar AS atau sekitar Rp 30-50 juta.
Pertama kali diperkenalkan sebagai bagian dari koleksi Gucci tahun 1996, kaftan terus menjadi bagian integral dari rumah produksi ini, dan terus berkembang dalam material baru dan detail modern.
Dilansir dari News18, dalam deskripsinya Gucci juga menjelaskan bahwa kaftan itu dibuat dengan pengaruh tahun 60-an dan 70-an, dengan estetika gerakan hippie dengan tampilan baru pada pakaian santai dengan kain ringan.
Namun ternyata, Kaftan keluaran Gucci ini menuai banyak protes, khususnya dari masyarakat di India. Pasalnya, harga jual yang ditetapkan sangat tidak mausk akal. Warga India sendiri mengaku bisa membeli kaftan dengan harga yang lebih murah dengan kualitas yang tak kalah dengan kaftan yang dilabeli oleh brand Gucci tersebut.
Netizen pun banyak yang menyebut bahwa kaftan merk Gucci tersebut sangat mirip dengan kaftan desi kurta dari India.
"Gucci menjual Kaftan 2,5 lakhs (Rp 50 juta)? Saya bisa dapat yang sama dengan harga 500 bucks (Rp 600 ribuan)," @samsisjobless.
"3.500 dolar AS untuk Kaftan. Kamu bisa dapat dengan harga 500 Rupee (Rp 100 ribu), WT* Gucci," kata @linosaur.
"Kamu bisa dapat barang ini 100 Rupee di pasar mana saja," tambah @louisgayculture.
Baca Juga: Outfit Pemotretan Anak Rachel Serba Branded, Total Harganya Bikin Minder
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
5 Rekomendasi Moisturizer dari Brand Lokal untuk Mencerahkan Kulit
-
Physical vs Chemical Sunscreen, Mana yang Lebih Aman untuk Bumil? Cek 5 Rekomendasinya
-
Alasan Pelecehan Digital Mahasiswa FH UI Disebut Kekerasan Seksual
-
Kemenkes Rilis Aturan Label Gizi, Minuman Kekinian Kini Punya Rapor dari A Hingga D
-
Mengenal Rape Culture Pyramid, Jangan seperti 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual
-
6 Tips Parfum Tahan Lama di Baju, Wangi Tidak Mudah Hilang dan Lebih Awet
-
Menularkan Kepedulian dari Pinggiran Ciliwung: Cara River Ranger Ubah Cara Pandang Terhadap Sungai
-
4 Rekomendasi Sabun Cuci Muka dari Brand Lokal untuk Pudarkan Flek Hitam
-
Masih Bolak-balik Bisnis ke Indonesia, Segini Kekayaan Shin Tae-yong
-
3 Jenis Kanker yang Paling Banyak Menyerang Anak Muda di Singapura