Lifestyle / komunitas
Vania Rossa | Dian Kusumo Hapsari
Ilustrasi body shaming [shutterstock]

Suara.com - Apa itu body shaming? Body shaming adalah tindakan atau praktik mengejek atau membuat komentar yng mnegkritik seseorang tentang tentang bentuk atau ukuran tubuh. Body shaming sering kali memalukan bagi orang yang menerima kritik, meski pada kenyataannya orang yang membuat komentar tidak selalu melakukannya dengan sengaja.

Body shaming bisa dilakukan dalam banyak cara, termasuk mengkritik penampilan diri sendiri, mengkritik penampilan orang lain di depan mereka, atau mengkritik penampilan orang lain di belakang mereka.

Dilansir melalui Fairy God Boss, hampir setiap orang mungkin pernah merasa dipermalukan soal tubuh mereka. Hal ini karena kita hidup di dunia yang mengutamakan penampilan luar, sehingga body shaming terkadang bisa saja terjadi meski niat awalnya adalah baik.

Anda mungkin merasa hanya memberi nasihat kepada seseorang tentang cara untuk memiliki penampilan yang baik, tapi faktanya, orang tersebut merasa hal itu memalukan. Atau, body shaming juga bisa datang dari sebuah kalimat yang terdengar seperti pujian.

Baca Juga: Viral Chat Pria Takut Selingkuh, Ngaku Dirinya Tak Puas dengan Fisik Pacar

Selengkapnya, ini dia 11 kalimat yang bisa saja dianggap body shaming meski Anda tidak bermaksud seperri itu.

1. "Kamu kurusan, ya? Kamu kelihatan hebat!"
Meskipun komentar ini mungkin tampak positif, menyamakan menjadi kurus dengan menjadi lebih cantik atau tampan dapat menyakiti hati orang yang Anda ajak bicara.

2. "Sepertinya berat badanmu bertambah di semua tempat yang tepat."
Seperti komentar di atas, mengomentari penurunan atau penambahan berat badan seseorang bukanlah tindakan yang baik — bahkan jika itu terasa positif. Fluktuasi berat badan harus diperlakukan sebagai kejadian netral dan jelas tidak boleh dikaitkan dengan penampilan atau nilai seseorang.

3. "Saya merasa sangat gemuk hari ini."
Mengomentari berat badan Anda sendiri bisa sama berbahayanya dengan mengomentari berat badan orang lain. Kita semua memiliki hari-hari di mana kita berpikir bahwa kita tidak terlihat baik, tetapi menggunakan "gemuk" sebagai sesuatu yang negatif, dan bukannya indikator normal dari massa tubuh, memberi gagasan bahwa berat badan berlebih itu buruk dan dapat menyakiti orang-orang di sekitar Anda.

4. "Saya harus berhenti makan terlalu banyak."
Melontarkan komentar negatif tentang pola makan Anda dapat merusak persepsi orang-orang di sekitar Anda dan diri mereka sendiri. Makanan adalah sesuatu yang kita semua butuhkan untuk bertahan hidup — itu bukan sesuatu yang harus diperoleh atau harus dibatasi. Membuat tindakan makan Anda terdengar seperti hal yang buruk, memberi gagasan bahwa mendengarkan tubuh kita atau makan apa yang kita inginkan adalah hal yang buruk karena dapat menyebabkan penambahan berat badan. Ini dapat menyebabkan orang lain merasa buruk tentang pola makan mereka.

Baca Juga: Bentuk Badannya Dikomentari, Marshanda Kasih Respons Menohok

5. "Apakah kamu benar-benar ingin makan semua itu?"
Komentar yang lebih langsung ini mewujudkan gagasan bahwa konsumsi makanan itu buruk, atau bahwa ada peraturan makanan tertentu yang harus kita ikuti berdasarkan pemikiran orang-orang di sekitar kita agar terlihat seperti sedang memperjuangkan cita-cita masyarakat untuk kurus.

Komentar