Suara.com - Body Shaming atau celaan fisik merupakan istilah di mana seseorang memberikan komentar negatif atau bahkan mencela fisik orang lain, mulai dari bentuk tubuh maupun penampilannya.
Body shaming, pada akhirnya dapat menyebabkan rasa tidak percaya diri pada penerimanya.
Di Indonesia, body shaming banyak terjadi di kelompok remeja. Hal ini disampaikan oleh Nutrisionist sekaligus Founder Ruang Gizi, Diajeng Anjalna.
"Ini yang sering terjadi di kalangan remaja Indonesia. Kita sering banget lihat orang di media sosail yang melakukan body shaming," ungkapnya pada acara bertema How To Deal With Your Body, Minggu (30/5/2021) kemarin.
Entah mengomentari tubuh orang yang terlalu kurus atau terlalu gemuk, bentuk celaan ini pada akhirnya bisa menimbulkan dampak buruk, bukan hanya rasa tidak percaya diri tetapi juga depresi.
"Yang gendut biasanya dikatain gendut, bahkan yang kurus juga kayak kerempeng. Jadi bentuk body shaming ini bisa membuat orang jadi malu," kata Diajeng Anjalna.
Di sisi lain, pelaku body shaming juga umumnya bisa dirugikan. Mereka dianggap tidak bisa berkembang dan terus menerus berpikir mengenai bentuk tubuhnya.
"Itu nggak ada dampak baiknya sama sekali buat kita. Dan itu tidak bisa buat kita berkembang dan stuck kepikiran tentang itu. Bahkan bisa tidak produktif," ungkapnya.
Untuk itu, Diajeng menyarankan agar masyarakat yang menjadi korban body shaming untuk terus berpikir positif dan tidak serta merta memasukkan komentar negatif ke dalam hati. Ia juga meminta korban body shaming untuk menahan amarah dan jangan langsung melawan balik.
Baca Juga: Sepakat Damai, Dedy Susanto Resmi Cabut Laporan Terhadap Revina VT
"Jangan galau dan jangan terlalu kepikiran. Jadi yuk kita sama-sama cek status gizi kita. Karena siapa tahu orang itu cuma menilai dari fisik saja. Jadi jangan langsung ngatain balik dan jangan langsung insecure," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
Terkini
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?