Suara.com - Penggemar kopi kian meningkat, hal ini dapat dilihat dari maraknya kedai kopi yang bermunculan, seiring semakin banyaknya peminat minuman kopi. Salah satu yang menjadi favorit adalah ice coffee atau es kopi.
Ice coffee, jika mengacu pada artinya, tentu kita membayangkan bahwa ini adalah minuman kopi yang disajikan dingin dengan es. Namun, banyak orang kerap menyamakan ice coffee dengan cold brew. Sama-sama disajikan dingin, ice coffee dan cold brew ternyata berbeda, lho.
Dilansir dari Huffpost, cold brew adalah salah satu metode untuk menyiapkan ice coffee, tetapi tidak semua ice coffee diseduh dingin.
“Kopi yang disajikan dingin atau es sama beragamnya dengan kopi yang disajikan panas,” kata Peter Giuliano, kepala peneliti Specialty Coffee Association dan direktur eksekutif Coffee Science Foundation.
“Ada lusinan olahan ice coffee yang berbeda, yang semuanya memiliki rasa dan atribut yang berbeda. Dunia kopi terus mengembangkan minuman dan olahan baru, dan memberi mereka nama untuk mencerminkan keragaman dalam gaya dan rasa persiapan,” katanya.
Berikut adalah beberapa jenis ice coffee yang mungkin Anda temukan di berbagai kedai kopi:
Drip: Jika Anda memesan ice coffeee, kemungkinan besar inilah yang akan Anda dapatkan. Metode ini melibatkan menyeduh kopi panas dan menuangkannya langsung di atas es atau mendinginkannya perlahan di lemari es (walaupun banyak ahli akan memberi tahu Anda bahwa yang terakhir adalah ide yang buruk). Ini adalah praktik umum untuk meningkatkan kekuatan kopi yang diseduh untuk memperhitungkan pengenceran yang terjadi ketika kopi panas dituangkan di atas es.
Iced Americano: Espresso dituang dengan air dingin dan disajikan dengan es, menghasilkan secangkir kopi pekat yang sangat beraroma.
Pour-over (gaya Jepang): Dipopulerkan di Jepang, gaya menyiapkan ice coffee ini mungkin Anda temukan di beberapa kedai kopi tertentu. Untuk membuatnya, es batu ditempatkan di bagian bawah alat penuang, sehingga ketika air hangat dituangkan, kopi yang diseduh langsung menetes ke atas es. Metode ini sangat baik untuk mempertahankan rasa yang lembut dari biji kopi spesial.
Baca Juga: 4 Langkah Menurunkan Efek Samping Kopi yang Bikin Susah Tidur, Apa Saja?
Cold brew, berbeda dengan metode lain yang tercantum di atas, dibuat tanpa proses panas — dan oleh karena itu, membutuhkan waktu beberapa jam untuk menyiapkannya
“Secara klasik, cold brew dibuat dengan seduhan bubuk kopi, baik dalam suhu kamar atau air dingin, selama berjam-jam,” kata Giuliano.
Kemudian, konsentrat yang dihasilkan disaring dan diencerkan dengan air, dan diminum sendiri atau dicampurkan di dalam minuman lain.
Di Brooklyn Roasting Company, kopi cold-brew diseduh melalui ekstraksi dingin selama 12 hingga 24 jam.
“Resep minuman dingin kami membutuhkan sekitar dua kali lebih banyak kopi per takaran air daripada kopi panas,” kata Jim Munson, pendiri dan presiden Brooklyn Roasting Company, kepada HuffPost.
“Dengan tidak adanya panas, semuanya melambat,” kata Munson lagi.
Mengenai rasa yang dihasilkan, sebenarnya ini tergantung pada jenis kopi yang Anda gunakan. Tetapi secara umum, metode cold-brew akan menghasilkan minuman kopi yang memiliki rasa manis dan halus yang kurang asam dibandingkan jenis ice coffee kopi lainnya.
“Penggilingan yang kami gunakan untuk membuat kopi cold-brew cenderung lebih kasar karena biji kopi akan lebih lama bersentuhan dengan air,” kata Munson.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen
-
Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
-
Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut