Lifestyle / Komunitas
Minggu, 01 Agustus 2021 | 11:30 WIB
Ilustrasi bekerja.(Unsplash/Annie S)

Suara.com - Saat informasi digital semakin canggih dan akses internet semakin luas, berkarir di industri e-commerce bisa jadi salah satu pekerjaan menarik, khususnya bagi generasi muda yang haus pengalaman dengan berbagai ide segar.

Tapi untuk menembus dan diterima bekerja di e-commerce tidak semudah yang dibayangkan, karena kamu harus bersaing dengan ribuan orang yang mendambakan pekerjaan yang sama.

Jadi wajib banget simak tips sukses diterima bekerja di industri e-commerce dari Samuel Ray, selaku profesional Human Resources (HR) yang juga adalah Senior Manager, Employer Branding di Lazada Indonesia, berikut:

1. Pahami kualifikasi dari posisi yang hendak dilamar

Ilustrasi bekerja (pexels.com/ Andrea Piacquadio)

Coba refleksikan dirimu dan cari tahu keahlian apa yang harus kamu tingkatkan demi bisa mendapatkan posisi yang kamu inginkan. Meski butuh waktu dan usaha, tetaplah bersemangat dan terus tingkatkan kemampuanmu. Percayalah, waktu dan usahamu ini akan menjadi investasi karir yang tidak akan kamu sesali.

2. Susun resume atau curriculum vitae (CV) sebaik mungkin

Ilustrasi lembar CV. (Unsplash/Joao Ferrao)

CV menjadi kesan pertama dari setiap pelamar. Tim HR di perusahaan ternama biasanya menerima ratusan bahkan ribuan CV setiap bulannya. Mereka tentu tidak punya waktu untuk membaca CV yang panjang.

Susun CV mu dengan singkat namun jelas dan bisa menjelaskan seluruh pengalamanmu. Sebaiknya gunakan layout yang sederhana sehingga CV-mu mudah di-skim atau dibaca cepat oleh tim HR.

3. Persiapkan diri sebaik-baiknya untuk wawancara

Baca Juga: Contoh CV Lamaran Kerja Menarik Perhatian HRD

Ilustrasi wawancara kerja. (Shutterstock)

Saat mendapat undangan untuk wawancara, cari tahu mengenai perusahaan e-commerce yang kamu tuju, termasuk informasi atau berita terkini tentang perusahaan tersebut. Dengan demikian kamu bisa lebih siap bila ada pertanyaan terkait.

Selain itu, pelajari juga soal industrinya karena pengetahuan ini bisa menjadi nilai tambah. Kamu juga bisa mencari tahu tentang profil orang yang akan mewawancarai kamu.

Pengetahuan tentang pewawancara bisa kamu gunakan, misalnya untuk mempersiapkan pertanyaan yang relevan dengan latar belakang pewawancara, atau sekedar untuk melempar bahan pembicaraan demi mencairkan suasana. Nampaknya sepele, tapi percayalah, tips ini biasanya berhasil menarik perhatian si pewawancara.

4. Bersikap jujur dan tetap menjadi diri sendiri

Ilustrasi Bekerja (Pixabay/Free-Photos)

Saat wawancara, kamu bisa menampilkan diri sebagai orang yang percaya diri, mau belajar dan siap menjadi bagian dari tim di perusahaan tersebut. Namun, tetaplah menjawab setiap pertanyaan dengan jujur, bersikap sewajarnya dan tetap menjadi diri sendiri.

Pewawancara atau rekruter sesungguhnya akan lebih menghargai calon karyawan yang jujur akan kekuatan dan kelemahan dirinya sebagai tanda pengenalan akan diri. Siapa tahu dengan memahami kekuatan dan kelemahanmu, kamu justru bisa ditawarkan posisi yang lebih sesuai dengan kemampuanmu.

Load More