Ia memandang, pengakuan UNESCO terhadap budaya batik Indonesia menjadikan batik Indonesia punya brand image yang kuat. Namun, brand image tersebut masih belum dioptimalkan. Padahal, dengan bekal brand image tersebut, Indonesia bisa mengembangkan batik di level internasional.
3. Menyimpan sejarah budaya sangat panjang
G.P. Rouffaer, peneliti dari Belanda, memperkirakan, budaya batik Indonesia diperkenalkan dari India atau Sri Lanka pada abad ke-6 atau ke-7 Masehi. Namun, pendapat ini sulit dikonfirmasi.
“Yang jelas, sejak zaman Sultan Agung, sekitar tahun 1600-an, istilah ‘batik’ muncul dalam dokumen tertulis,” kata William.
Agak sulit menelusuri sejak kapan batik Indonesia mulai lahir. Karena, iklim Indonesia yang cenderung lembap, membuat kain tidak mungkin disimpan lama. William memperkirakan, secara umum koleksi tertua kain batik Indonesia berusia sekitar 200 - 300 tahun. Dengan demikian, kita tidak bisa lantas mengklaim bahwa teknik batik pasti berasal dari Indonesia.
“Lain halnya dengan canting. Alat membatik ini memang ditemukan oleh nenek moyang bangsa Indonesia. Berkat canting, batik jadi sangat rapi dan halus, karena ujung canting itu serupa ujung pulpen dan memiliki beberapa ukuran. Sebelum canting ditemukan, orang membatik dengan bambu atau kayu yang diruncingkan, sehingga hasilnya tidak bisa rapi,” kata William.
4. Sejak dulu pakai pewarna alami
Batik Indonesia sudah menggunakan pewarna alami sejak zaman dulu kala. Bahan-bahan pewarna diambil dari alam, termasuk kayu, bunga, akar, buah, dan juga hewan.
Contohnya, warna biru diambil dari tanaman nila atau indigo, warna merah dari kulit akar mengkudu yang diperkuat dengan tumbukan kayu jirek, serta warna soga dari campuran berbagai jenis kulit kayu tegeran, tingi, dan jambal. Hanya saja, proses pembuatan pewarna alami ini memang lama dan rumit.
“Ketika bicara soal batik ramah lingkungan, kita akan melihat batik dari sisi proses produksi. Yang paling signifikan adalah urusan pewarna. Sepanjang proses pembuatannya menggunakan pewarna alami, batik itu ramah lingkungan. Dalam artian, tidak ada limbah yang membahayakan lingkungan hidup. Namun, pengertian ramah lingkungan perlu diperluas. Kalau pohon kita tebang untuk diolah menjadi pewarna dan lahannya tidak ditanami lagi, artinya jadi kurang ramah lingkungan,” kata William.
Lebih lanjut ia menjelaskan, banyak pewarna sintetis (yang lazim dipakai sejak 1920-an) terbilang tidak ramah lingkungan. Perlu dicari bahan pewarna sintetis yang lebih ramah lingkungan, atau diupayakan agar limbah pewarnaan sintetis diolah hingga aman bagi lingkungan hidup, sebelum kemudian boleh dibuang.
5. Kaya akan motif dan warna
Tidak hanya di Jawa, batik dari berbagai daerah di Indonesia menampilkan motif yang luar biasa banyak dan warna yang khas. Setiap desain mengungkap makna tersendiri pula. Meski demikian, bukan berarti batik kemudian hanya dibuat dalam motif dan warna yang klasik. Penyesuaian desain batik terhadap perubahan zaman sangat dibutuhkan untuk menjamin sustainability dalam budaya dan industri batik. Hal ini, menurut William, antara lain terkait pemantauan dan pengembangan produk batik yang sesuai dengan selera generasi muda.
Ia mencontohkan, pada batik dikenal paduan warna biru dan merah (bang biron). Jika warna tersebut ingin dipertahankan, apakah generasi muda masih dapat menerimanya? Kombinasi dan intensitas warna perlu disesuaikan dengan selera anak muda, sehingga bisa melayani pasar mereka.
“Jika anak muda menyukai batik, mereka akan siap untuk terus aktif mempromosikan, membuat, dan mengenakan batik di masa mendatang. Hal ini menjamin kesinambungan regenerasi budaya dan industri batik Indonesia,” katanya.
Baca Juga: Gaya Glenca Chysara di Penghargaan Ikatan Cinta, Pakai Baju Murah dari Brand Lokal
Els, yang punya cukup banyak koleksi baju batik, pada dasarnya sangat suka fashion. Ia mencari batik yang sesuai gayanya. Bagi dia, warna merah dan biru terkesan terlalu tua dan terlalu gelap bagi remaja, sehingga tidak mungkin dipakai dalam kegiatan sehari-hari.
“Saya pernah tampil dengan casual streetwear yang hoodie-nya terbuat dari batik. Ada juga dress batik biru yang saya pakai dalam beberapa video. Saya punya luaran batik warna putih yang bagus banget,” kata ELS, yang tak sabar ingin mempromosikan batik saat kembali ke Los Angeles nanti, berharap banyak orang Amerika yang bisa melihat keindahan batik.
Sementara itu, Vesta yang lebih suka mengoleksi kain batik, punya trik sendiri dalam memakai batik. Misalnya, kain batik dengan warna klasik lebih banyak ia pakai ke acara formal, dengan atasan kebaya dan sepatu high heels.
“Kalau ingin tampil kasual, bisa pilih kain dengan warna lain, seperti pink, biru, dan ungu. Tinggal dililitkan saja, lalu pakai jaket dan sepatu kets. Atau, kalau pakai atasan batik, bawahannya bisa jins,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Terkini
-
Rupiah Terkapar ke Rp17.934, Nyaris Tembus Rp18.000 Akibat Perang AS-Iran Jelang Putusan BI
-
Apa Itu Sepatu Lari Carbon Plate? Ini Ciri-ciri, Kelebihan, dan Rekomendasi Merek Lokal hingga Luar
-
Persita Tangerang Rekrut Luquinhas, Eks Amazonas dengan Pengalaman Eropa
-
Siap-siap Panen Cuan! Dividen BBRI Diproyeksi Tembus 13 Persen, Minat Borong?
-
Sifat dan Karakter Shio Kambing dari Positif hingga Negatif
-
Meroket Lagi, IHSG Menuju Level 6.400
-
Chelsea Tikung Arsenal, Rekrut Morgan Rogers dengan Harga Fantastis!
-
Serangan Harimau Kembali Terjadi di Siak, Kali Ini Korbannya Pekerja Alat Berat
-
Kiamat Harga Gadget 2027? TSMC Naikkan Biaya Produksi Chip 10%, Raksasa Teknologi Mulai "Eksodus"
-
Live Malam Hari! Catat Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026