Secara teknis, umumnya rotasi moon phase di jam tangan untuk satu siklus penuh fase bulan adalah 29,5 hari. Dikarenakan terjadi selisih keakuratan fase bulan, jam tangan moon phase memerlukan penyetelan kembali kurang lebih di setiap 593 hari atau 2 tahun 7 bulan dan 15 hari.
Penyuka jam tangan moon phase merefleksikan orang yang sangat menghargai waktu. Secara sadar atau tidak sadar, sang pemakai membutuhkan informasi fase bulan di mana fungsi ini sebenarnya bisa tergantikan oleh gawai atau bahkan kurang dibutuhkan banyak orang.
Jam tangan moon phase tergolong ekslusif dan lebih mahal karena komplikasi ini dan juga dari sisi estetikanya.
6. 2 Hands atau 3 Hands Movement
Jam tangan dengan tampilan sederhana tetapi memiliki kesan yang mendalam. 2 hands movement adalah jam tangan yang terdiri dari 2 jarum yaitu jarum jam dan jarum menit saja. Sedangkan 3 hands movement memiliki 1 tambahan jarum detik.
Penyuka jam tangan 2 hands movement umumnya adalah orang yang efisien, pembuat keputusan yang relatif cepat, tidak suka ribet dan lebih mementingkan estetika (visual) daripada fungsi atau hal teknis ribet di dalam aktivitasnya.
Orang yang tidak suka membuang waktu untuk hal-hal yang menurutnya kurang penting bisa diasumsi dari pemakai jam tangan 3 hands movement. Cara berpikir penyuka jam tangan ini umumnya adalah to the point, kurang menyukai basa basi atau ide yang ribet. Namun, tipe pemakai jam tangan ini juga cukup memperhatikan hal-hal teknis dan juga detil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi