Suara.com - Pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir juga turut berimbas pada perekonomian masyarakat. Keadaan ini juga bisa memupuskan mimpi anak bangsa untuk mengenyam pendidikan tinggi yang berkualitas. Dan memahami kendala finansial yang dialami masyarakat, STMIK Horizon Karawang menawarkan beasiswa yang akan memotong biaya kuliah.
Kendala finansial yang dialami kaum muda Indonesia ini tergambar dalam survei yang dilakukan oleh ILO (International Labour Organization) terhadap 163 responden, di mana mayoritas (51,5 persen) menyatakan tidak percaya diri terhadap skill yang mereka miliki untuk mendapatkan pekerjaan.
Mengutip dari ILO, Tendy Gunawan, ILO’s programme officer for youth employment, mengatakan, “Pandemi Covid-19 memiliki dampak yang buruk bagi kaum muda, bukan hanya bagi pekerjaan dan prospek di pasar kerja, namun juga pendidikan dan pelatihan mereka.”
Akibat pandemi, banyak lulusan SMA dan SMK yang memutuskan untuk mencari kerja atau memulai usaha sendiri demi membantu perekonomian keluarga. Padahal sebenarnya pendidikan tinggi adalah jalan untuk mendapatkan kesempatan yang lebih baik.
Dalam siaran pers yang diterima Suara.com, Rolles Herwin, S.Kom, MMSI, Ketua STMIK Horizon Karawang, mengatakan bahwa pihaknya telah menyediakan sejumlah slot Beasiswa Keluarga Horizon bagi calon mahasiswa yang mendaftar di STMIK Horizon Karawang, agar para calon mahasiswa tak harus memendam cita-citanya lantaran kondisi pandemi yang turut menggerogoti kemampuan finansial keluarga.
“Sebagai bentuk dukungan, semangat, dan kepedulian bagi dunia pendidikan, Yayasan Triputra Persada Horizon melalui STMIK Horizon Karawang akan memberikan beasiswa pendidikan sebesar 50% bagi 100 mahasiswa terpilih,” tambah Rolles.
Beasiswa Keluarga Horizon berupa potongan biaya kuliah dan uang SKS sebesar 50% ini ditujukan baik untuk mahasiswa D3 maupun S1. STMIK Horizon Karawang sendiri menyediakan program studi S1 Informatika, S1 Sistem Informasi, D3 Sistem Informasi, dan D3 Sistem Informasi Akuntansi yang sudah mendapatkan akreditasi BAIK dari BAN-PT.
Beasiswa Keluarga Horizon akan diberikan sepanjang masa kuliah, yaitu selama 3 tahun untuk mahasiswa D3 dan selama 4 tahun untuk mahasiswa S1.
Cara untuk mendapatkan Beasiswa Keluarga Horizon ini juga cukup mudah. Para calon mahasiswa hanya perlu mendaftar di STMIK Horizon Karawang. Setelah melakukan pendaftaran secara gratis, para mahasiswa yang meminati Beasiswa Keluarga Horison hanya cukup mengisi form saja.
Baca Juga: Sedih, Anggaran Beasiswa Kaltim Cemerlang Turun 50 Persen
Peraturan untuk mendapatkan beasiswa Keluarga Horizon yang dibuat sesederhana ini sesuai dengan filosofi yang dianut oleh Horizon Education Karawang sebagai induk dari STMIK Horizon Karawang yang berkomitmen untuk menyediakan pendidikan berkualitas bagi kalangan menengah ke bawah.
Jika pada umumnya di kampus-kampus lain beasiswa diutamakan bagi mereka yang breprestasi baik akademik maupun non-akademik, Horizon Education memahami bahwa calon mahasiswa yang datang dari kalangan ekonomi lemah tak hanya bergelut dengan masalah akademik namun juga harus berjuang dengan banyak hal hanya untuk tetap bersekolah. Maka sejauh memiliki komitmen untuk mengejar cita-cita kehidupan yang lebih baik, beasiswa Keluarga Horizon disediakan sebagai uluran tangan bagi mereka.
Selain beasiswa untuk calon mahasiswa STMIK, ada juga beasiswa untuk calon mahasiswa STIKes Horizon Karawang berupa potongan uang SKS dan uang kuliah sebesar 30%.
STIKes Horizon Karawang adalah institusi pendidikan pertama di Karawang yang menyediakan jurusan keperawatan dan dulu dikenal dengan nama STIKes Kharisma. STIKes Horizon Karawang kini membuka program studi D3 Kebidanan, D3 Keperawatan, Profesi NERS, dan S1 Keperawatan yang juga memiliki akreditasi BAIK dari BAN-PT.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Ramalan Zodiak 11 Juli 2026: 5 Zodiak Ini Diprediksi Banjir Keberuntungan dan Cuan!
-
Dari Ngopi hingga Belanja, Ini Alasan Transaksi Digital Kian Jadi Andalan Sehari-hari
-
Tak Banyak yang Tahu, Pilihan Menu di Hotel Ternyata Bisa Berdampak pada Kelestarian Laut
-
Moisturizer Citra Pearly Glow UV Bisa Bikin Cerah? Cek Klaim dan Ulasan Pengguna
-
3 Review Facial Wash Non SLS Wardah, Tidak Bikin Wajah Ketarik setelah Cuci Muka
-
5 Cara Sederhana Redakan Stres Kerja agar Tidak Burnout, Mudah Dilakukan!
-
Belum Punya Riwayat Kredit? Kini Peluang Dapat Pembiayaan Bisa Lebih Besar Berkat Data Digital
-
Limbah Jahe Selama Ini Banyak Terbuang, Bagaimana Peneliti BRINDiubah Menjadi Sumber Energi Bersih?
-
6 Tips Feng Shui untuk Menjual Rumah, Cepat Laku dengan Harga Tinggi
-
Awas Tertipu, Begini Cara Membedakan Sunscreen Facetology Asli dan Palsu