Suara.com - Meski antusias vaksinasi Covid-19 meningkat, anggapan vaksin Covid-19 menyebabkan kemandulan atau menganggu kesuburan masih saja terdengar, terlebih setelah disampaikan Nicki Minaj dalam cuitannya di Twitter.
"Sepupuku di Trinidad tak akan vaksin karena temannya vaksin dan jadi impoten," cuit Nicki Minaj di Twitter beberapa waktu lalu.
Ia juga bercerita bahwa teman sepupunya sampai batal menikah karena hal itu. Ia pun membeberkan kondisi teman sepupunya setelah vaksin Covid-19.
"Testisnya bengkak. Padahal temannya akan segera menikah beberapa minggu lagi. Sekarang gadisnya membatalkannya. Doakan saja dan pastikan kamu nyaman dengan keputusanmu, jangan diganggu," sambung perempuan yang juga seorang rapper itu.
Menanggapi pernyataan Nicki, para ahli memastikan jika vaksin aman untuk ibu hamil dan tidak mempengaruhi kesuburan. Kepastian ini juga sudah terkonfirmasi melalui penelitian yang sudah dilakukan.
"Vaksin Pfizer dan Moderna untuk Covid-19 aman untuk perempuan hamil dan anak mereka yang belum lahir. Belum ada penelitian medis yang menunjukkan bahwa vaksinasi menganggu kesuburan atau mempengaruhi awal kehamilan," ujar dr. James Byrne, Ketua Departemen Kebidanan dan Ginekologi di Santa Clara Valley Medical Center, mengutip Insider, Jumat (17/9/2021).
Hal ini juga selaras dengan rekomendasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC, bahwa vaksin aman untuk orang berusia 12 tahun ke atas, termasuk untuk perempuan hamil dan yang sedang memulai program hamil.
Byrne menambahkan tidak ada data, bahkan tidak ada analogi masuk akal yang bisa menjelaskan bahwa vaksin mempengaruhi program kehamilan, dan vaksin menganggu kesuburan hanya mitos belaka.
"Ada mitos berbahaya di media sosial yang mengklaim bahwa vaksin menyebabkan kemandulan para perempuan. Hasilnya mitos ini membuat perempuan menghindari vaksin yang bisa melindungi mereka," tutur Bynre.
Baca Juga: Berujar Vaksin Covid-19 Bikin Impoten, Nicki Minaj Disemprot Pakar
Mitos lain yang beredar, menganggap protein yang ditemukan pada plasenta atau janin serupa dengan virus corona penyebab sakit Covid-19, yang hasilnya membuat vaksin ikut mentargetkan plasenta. Mirisnya banyak orang percaya pada anggapan yang tidak memiliki bukti ini.
"Tidak ada bukti yang mendukung hipotesis ini," timpal Bynre.
Ia lantas menjelaskan, bahwa protein dan virus tidak mirip secara struktural, sehingga tidak mungkin vaksin menyerang protein pada plasenta.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
-
Unilever Jual Sariwangi ke Grup Djarum Senilai Rp1,5 Triliun
Terkini
-
5 Sampo Non SLS di Bawah Rp50 Ribu, Rahasia Rambut Sehat dan Berkilau
-
Dorong Ekonomi Daerah, Pusat Bisnis Baru di Bali Fokus Kembangkan Kopi dan Cokelat Premium
-
5 Vitamin untuk Perempuan Jelang Menopause, Cocok Diminum sejak Usia 40-an
-
Apa Arti Mens Rea? Special Show Pandji Pragiwaksono yang Bikin Panas Dingin
-
5 Sampo Murah Terbaik untuk Kulit Kepala Sensitif yang Dijual Indomaret
-
Urutan Hair Care Natur untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Rambut Sehat Seperti Muda
-
Panduan Ukuran Sepatu Anak Usia 1-10 Tahun Standar EU, UK, US, Biar Bunda Gak Salah Beli
-
Bebas Nyeri Lutut, Ini 5 Sepatu Jalan Jauh Paling Nyaman untuk Usia 40-an ke Atas
-
5 AC Portable Low Watt Ramah Gaji UMR, Usir Panas Tanpa Bongkar Tembok
-
BSU 2026 Kapan Cair? Cek Informasi Terkini dan Cara Cek Penerima Bantuan