Suara.com - Pejabat Uni Eropa memberikan reaksi terkait wacana pembukaan perbatasan internasiolan oleh Amerika Serikat dalam waktu dekat.
Melansir ANTARA, Komisi Eksekutif Uni Eropa dalam keterangannya di Twitter menyambut baik keputusan tersebut.
"Ini adalah langkah yang telah lama ditunggu-tunggu untuk para keluarga dan teman yang terpisah, dan kabar baik untuk kalangan bisnis," kata Komisi eksekutif Uni Eropa di Twitter.
Pernyataan itu merujuk pada keputusan AS untuk juga melonggarkan aturan bagi para pelancong dari China dan India.
Pembatasan perjalanan AS pertama kali diberlakukan pada pelancong dari China pada Januari 2020 oleh Presiden Donald Trump.
Kemudian, pembatasan itu diperluas ke negara-negara lain pada bulan-bulan berikutnya, namun tanpa ukuran yang jelas tentang bagaimana dan kapan AS harus mencabut pembatasan perjalanan itu.
Para pemerintah negara Uni Eropa (EU) pada akhir Agustus 2021 sepakat untuk menghapus Amerika Serikat dari daftar negara yang aman untuk melakukan perjalanan ke wilayah EU karena meningkatnya kasus COVID-19 di AS.
Hal itu berarti para pengunjung dari AS kemungkinan akan menghadapi pengawasan yang lebih ketat, seperti tes dan karantina COVID-19.
EU masih mengizinkan masuk sebagian besar pengunjung non-Uni Eropa yang sudah divaksin lengkap meskipun masih memberlakukan tes COVID-19 dan karantina, tergantung pada negara kedatangan di Uni Eropa.
Baca Juga: Awal November, Pelancong dari Luar Negeri Sudah Diperbolehkan Masuk ke Amerika Serikat
Sebelumnya diberitakan, Presiden Amerika Serika Joe Biden akan menghapus larangan perjalanan terkait COVID-19 di awal bulan November. Pelancong yang datang ke Amerika Serikat wajib menyerahkan bukti vaksinasi sebelum tiba.
Selain vaksinasi lengkap, wisatawan asing juga harus menunjukkan hasil negatif tes COVID-19 yang dilakukan tiga hari sebelum keberangkatan.
"Perjalanan internasional begitu penting untuk menghubungkan keluarga dan teman, mendukung usaha kecil maupun besar serta menggiatkan pertukaran gagasan dan kebudayaan secara terbuka," kata kata koordinator penanggulangan COVID-19 pemerintah Jeff Zients.
Berita Terkait
-
Ravindra Airlangga: Kemitraan IndonesiaUni Eropa Perlu Diperkuat lewat Diplomasi Parlemen
-
Sulteng Dibidik Jadi Pasar Wisatawan China, Kemenpar Dukung Penerbangan Langsung ke Palu dan Luwuk
-
Menpar Fokuskan Pariwisata Berkualitas, Capaian 2025 Lampaui Target dengan 15,39 Juta Wisman
-
Pelabuhan Karimun Masuk Radar Sanksi Uni Eropa terkait Distribusi Minyak Rusia
-
Basarnas Fokuskan Pencarian di Muara Pantai Sine, Wisatawan Malang Terseret Ombak Belum Ditemukan
Terpopuler
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
Terkini
-
4 Rekomendasi Skincare Viva Cosmetics Penghilang Dark Spot, Harga Murah Meriah
-
Arab Saudi Puasa Tanggal Berapa? Indonesia Tetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 19 Februari 2026
-
Kapan Sholat Tarawih Pertama 2026? Muhammadiyah dan Pemerintah Resmi Beda Waktu Mulai
-
7 Pilihan Sepeda Lipat Rp500 Ribuan yang Bisa Masuk KRL, Murah Rangka Kuat
-
3 Doa Buka Puasa Ramadan Shahih, Kapan Waktu Mustajab Membacanya?
-
Rekomendasi Menu Sahur Kenyang dan Sehat dari Dokter Tirta, Biar Gak Cepat Lapar!
-
Air Wudhu Tidak Sengaja Tertelan saat Puasa, Bagaimana Hukumnya?
-
5 Pilihan Merek Kurma Tanpa Gula Tambahan: Manis Alami dan Lebih Sehat
-
Link Resmi Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 1447 H, Awal Puasa Segera Diumumkan!
-
The Art of Manifesting: Kenapa Gen Z Butuh Self-Care?