2. Antara stroberi dan raspberry
Kalau melihat buahnya, kerben seperti persilangan antara stroberi dan raspberry. Bentuknya seperti stroberi, tapi warnanya merah menyala seperti raspberry.
“Hanya saja, teksturnya lebih lembut daripada stroberi. Ukurannya juga lebih kecil. Buah yang sudah matang sempurna dengan warna merah menyala rasanya manis dengan sedikit asam. Ada bagian lembut berwarna putih di bagian tengah buah. Ini yang tidak ditemukan pada stroberi,” kata Reni.
Ia bercerita, buah ini biasa dijadikan camilan bagi anak-anak desa. Sepulang sekolah mereka kerap mengumpulkan kerben, lalu merajutnya dengan rumput. Siapa yang rangkaian kerbennya paling panjang, dia yang menang. Setelah itu, baru mereka santap ramai-ramai. Petani juga sering mengonsumsi buah kerben segar. Sepulang dari ladang, atau ketika dalam perjalanan pulang-pergi ke ladang, mereka memetik dan mengonsumsi buah ini.
3. Selai tanpa pengawet kimia
Kerben mulai banyak dimanfaatkan oleh penduduk desa sebagai bahan pembuatan selai. Ini pun melewati masa percobaan dahulu, sebelum dapat menghasilkan selai yang enak sekaligus menarik dipandang.
Reni bercerita, awalnya selai dibuat dengan menghancurkan kerben dan mencampurkan gula. Tapi, selaput putih di bagian tengah buah ternyata membuat selai jadi tidak cantik.
Mencoba memperbaiki penampilannya, bagian tengah buah diambil dahulu, sebelum diolah. Selanjutnya, mereka melakukan uji organoleptik (uji rasa dan uji aroma) dengan sejumlah warga. Ketika sudah mendapatkan komposisi yang tepat, pengukuran dan cara pembuatan itu dijadikan patokan produksi.
Meski tanpa pengawet kimia sama sekali, jika dikemas dengan wadah kedap udara, selai kerben bisa disimpan selama dua minggu. Dengan syarat, kemasannya tidak dibuka, sehingga tidak terkontaminasi oleh bakteri.
Baca Juga: 4 Manfaat Pisang Mentah Bagi Kesehatan
“Kami hanya menggunakan tambahan gula, garam, dan perasan lemon sebagai penguat rasa. Bahan-bahan ini juga berperan sebagai pengawet alami,” kata Reni.
4. Buah yang serba guna
Fifin Liefang, finalis kompetisi memasak Masterchef Indonesia musim keenam, menyebutkan, selain disantap segar begitu saja, berry umumnya juga cocok dibuat jus dan berbagai dessert. Misalnya, dijadikan compote untuk melapisi bagian dalam layer cake. Berry juga bisa dijadikan topping untuk sejumlah makanan barat, seperti pancake dan waffle.
Selain untuk hidangan penutup, berry bisa dimanfaatkan untuk hidangan savoury atau gurih. Rasanya yang asam manis sangat cocok untuk disandingkan dengan hidangan laut dan daging. “Misalnya, sebagai saus untuk disantap dengan steak sapi atau salmon,” kata Fifin, memberi tip.
Fifin memberi resep simpel membuat saus. Kerben dihancurkan, ditambahkan gula, garam, merica hitam, serta berbagai rempah khas Indonesia, seperti cengkeh, bunga lawang, dan kapulaga. Kerben yang sudah dibumbui itu dipanaskan di kompor, tanpa perlu ditambahkan air. Jadilah saus kerben yang sedap.
Ia juga memberikan resep lain yang menggunakan bahan asli Indonesia, yaitu nila bakar bumbu kerben. Cara membuat bumbunya hampir sama seperti membuat saus kerben, tapi tidak dipanaskan. Kerben hanya perlu dihaluskan dengan cabai, dan ditambahkan bumbu seperti bumbu saus. Campuran kerben dan bumbu tersebut kemudian dilumurkan pada ikan segar, lalu dibakar. Atau, untuk mendapatkan tekstur crispy, ikan segar digoreng dahulu setelah dilumuri bumbu, baru kemudian dibakar. Ikan yang sudah matang akan menampilkan sedikit kilau karena gula yang menjadi karamel.
5. Punya nilai ekonomi dan ekologi
Produksi selai di Desa Suko Pangkat digawangi oleh ibu-ibu muda yang tergabung dalam KUPS Suko Suka. Selai ini mampu memberi tambahan penghasilan kepada keluarga pengelola hutan di Suko Pangkat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Posisi Tempat Tidur yang Pas Menurut Feng Shui, Demi Jaga Keharmonisan dan Cegah Insomnia
-
4 Alternatif Lipstik MAC yang Tahan Lama dan Lebih Terjangkau, Mulai Rp70 Ribuan
-
Review Buku Milenial Bisa Memimpin: Panduan Jadi Leader di Tengah Perubahan Zaman
-
Promo Khusus Member Superindo 21-27 Mei 2026: Popok Bayi hingga Skincare Jadi Murah Banget
-
Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
-
6 Cushion Non-Comedogenic untuk Makeup Mulus Tanpa Khawatir Wajah Breakout
-
Hair Dryer Canggih Hadir dengan Teknologi Ion dan Kolagen untuk Rambut Lebih Sehat
-
4 Ide Olahan Daging Sapi Kurban yang Tahan Lama untuk Stok Anak Kos
-
7 Destinasi Wisata Terbaik di Bengkulu yang Wajib Dikunjungi Wisatawan
-
Banyak Orang Baru Sadar, Memisahkan Uang per Kebutuhan Bikin Finansial Lebih Aman