Suara.com - Siapa sangka jika budidaya ikan gabus bukan hanya bisa mendatangkan kepentingan ekonomi. Tapi, budidaya yang satu ini juga bermanfaat bagi pelestarian lingkungan.
Hal itu seperti yang terjadi di Kabupaten Siak dapat. Masyarakat Desa Buantan Besar dan Dayun melakukan praktrik budidaya di wilayah lahan gambut.
Upaya ini membuat lahan gambut tetap basah, sehingga memperkecil potensi kebakaran lahan akibat kekeringan, di sisi lain memberi kesempatan masyarakat mendapat sumber penghasilan baru.
“Itu yang kita harapkan bagaimana masyarakat itu bisa memiliki pemikiran, mereka berbudidaya ikan gabus di lahan gambut sehingga gambutnya terjaga, tetap basah, tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dan ada pendapatan baru untuk masyarakat, jadi tidak terfokus mesti menanam sawit saja,” terang Asisten 1 Setda Siak Budhi Yuwono, dalam keterangannya, Senin, (25/10/2021)>
Budhi menyampaikan inisiatif ini awalnya muncul akibat keresahan masyarakat terhadap karhutla yang datang setiap tahunnya.
Pemerintah Kabupaten Siak awalnya coba melakukan penanganan dengan rajin melakukan pemadaman karhutla yang terus berulang sejak tahun 1990-an. Mereka lantas menganalisis sebab kebakaran dan mendapatkan, lahan gambut kering akibat ditanami kelapa sawit menjadi akar masalah yang perlu mereka selesaikan.
Beragam inovasi seperti paludikultur atau pemanfaatan lahan rawa dan gambut yang dibasahi kembali secara produktif sudah sempat diterapkan sampai akhirnya sampai pada solusi lewat budidaya ikan gabus.
“Ikan gabus ini adanya di rawa-rawa gambut. Jadi kita melihat adanya potensi ikan gabus terhadap ekonomi, lewat ekstrak albumin dan lain sebagianya,” cerita Budhi.
Besarnya potensi dari ikan gabus sebagai komoditas ini kemudian memacu lahirnya PT Alam Siak Lestari (ASL), perusahaan yang fokus melakukan riset dan pengembangan produk.
Baca Juga: Survei: Baru 28 persen Masyarakat Indonesia Paham Soal Produk Berkelanjutan
“Kita membeli ikan yang dibudidayakan masyarakat, kita sediakan pasarnya. Kita yang mengubah ikan gabus itu menjadi albumin yang bermanfaat untuk masyarakat,” terang Direktur PT Alam Siak Lestari (ASL) Musrahmad Igun dalam kesempatan yang sama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
7 Lipstik Wardah untuk Usia 50-an, Bikin Bibir Sehat dan Tampilan Fresh Elegan
-
3 Rekomendasi Neck Cream untuk Mengatasi Leher Hitam, Harga Mulai Rp50 Ribuan
-
Di Balik Layar Profesi Live Shopping E-Commerce, Benarkah Harus Terus 'Ngoceh'?
-
6 Rekomendasi Cushion yang Mengandung Centella Asiatica, Wajah Flawless Anti Iritasi
-
5 Rekomendasi Showcase Rp3 Jutaan Kapasitas Besar dan Hemat Listrik, Cocok untuk Usaha Minuman
-
Laras Faizati Kasus Apa? Akhirnya Dibebaskan meski Dinyatakan Bersalah
-
5 Smartwatch Wanita dengan Fitur Kesehatan Lengkap Mulai Rp100 Ribuan, Stylish Tak Perlu Ribet
-
4 Serum Peptide untuk Mengencangkan Kulit bagi Wanita Usia 40-an
-
Isra Miraj 2026 Berapa Hijriah? Ini Tanggal dan Makna Peringatannya
-
5 Keutamaan Malam Isra Miraj: Makna, Amalan, dan Doa yang Dianjurkan