- PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), mengalami tekanan hebat di pasar modal hari ini menyusul status PSN PIK 2 dicabut pemerintah.
- saham PANI anjlok tajam 7,46 persen atau kehilangan 1.100 poin.
- Aksi jual investor marak terjadi pada emiten properti milik Aguan itu.
Suara.com - Saham emiten properti raksasa, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), mengalami tekanan hebat di pasar modal hari ini menyusul keputusan Pemerintah mencoret proyek Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) Tropical Coastland dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
Pada perdagangan Senin (13/10/2025), saham PANI anjlok tajam 7,46 persen atau kehilangan 1.100 poin, menetap di harga Rp13.650,00 per lembar menjelang penutupan perdagangan sore ini.
Koreksi signifikan ini diduga kuat merupakan aksi jual masif (profit taking) investor yang merespons kebijakan baru dari Kabinet Merah Putih. Penurunan ini sekaligus menghentikan reli harga PANI yang sebelumnya mencapai puncak historis dalam 52 minggu terakhir di angka Rp19.650,00. Meskipun demikian, dengan kapitalisasi pasar yang masih raksasa mencapai Rp230,32 triliun, PANI tetap menjadi pemain kunci di sektor properti elit.
Keputusan menghapus PIK 2 dari daftar PSN tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025 yang ditetapkan pada 24 September 2025.
Proyek yang dimiliki oleh konglomerat Sugianto Kusuma alias Aguan ini, sebelumnya masuk daftar PSN pada masa Presiden Joko Widodo. Proyek seluas 1.756 hektare di Banten ini digadang-gadang memiliki nilai investasi fantastis, yaitu sekitar Rp65 triliun, dengan fokus pengembangan pariwisata berbasis hijau, termasuk Kawasan Wisata Mangrove.
Saat disahkan, proyek ini diharapkan mampu menyerap puluhan ribu tenaga kerja. Namun, dengan penghapusan dari daftar PSN—yang dalam beleid hanya tercantum keterangan: "Dihapus"—proyek ini kini tak lagi menyandang status istimewa.
Menariknya, meskipun status PSN biasanya mempermudah perizinan, proyek PIK 2 dibiayai sepenuhnya dengan dana non-APBN atau tanpa menggunakan uang negara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik
-
ESDM Kantongi 24 Ribu Hektare Lahan untuk Proyek PLTS
-
Rohis Pegadaian Wujudkan Satu Ketulusan Sejuta Kebermanfaatan: Distribusi 4.500 Paket Daging Kurban
-
Emiten MPMX Tebar Dividen Rp 170 per Saham
-
Memahami Pentingnya Layanan Keuangan Terdaftar dan Diawasi OJK
-
Jangan Salah, Angin Kencang Bisa Sebabkan Kabel Listrik Putus dan Picu Blackout
-
Indodax Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Aceh yang Terdampak Bencana
-
Siasat DSI Kurung Devisa CPO dan Batu Bara di Dalam Negeri, Rupiah Bakal Perkasa Juara?
-
Resmi, Pemerintah Izinkan BLU Impor Minyak dan LPG
-
PT DSI Kendalikan Ekspor, ESDM Rampungkan Konsolidasi Data Pertambangan dengan Danantara