Lifestyle / Komunitas
Kamis, 11 November 2021 | 13:59 WIB
Ilustrasi Tembok Rumah Lembap dan Berjamur. (Shutterstock)

Bila dibiarkan begitu saja, retak rambut, lapisan waterproof yang terkelupas, atau lubang seukuran jarum inilah yang menjadi awal dinding rumah menjadi lembap dan diserang oleh jamur.

4. Mengecek Kondisi Pipa di Rumah
Sekilas, tidak ada korelasinya antara pipa bocor di rumah dengan tembok yang menjadi lembap dan berjamur. Padahal, kebocoran pada pipa inilah yang menyebabkan dinding menjadi lembap. Pipa yang bocor berarti ada air yang menetes keluar dari pipa.

Posisi pipa yang berada di dalam atau dekat tembok menyebabkan tembok menyerap air dalam jumlah yang banyak. Terutama ketika kebocoran tidak terdeteksi dalam waktu yang lama.

Bila tidak ditambal atau diperbaiki, konten air yang menyerap ke dalam dinding inilah yang akan menyebabkan dinding menjadi lembap. Akhirnya, mulai muncul keretakan dan jamur yang tumbuh karena pipa dan dinding yang tidak diperbaiki.

5. Memperhatikan Ventilasi dan Sirkulasi Udara
Ventilasi dan sirkulasi udara yang berfungsi dengan baik mampu mencegah tembok menjadi lembap dan berjamur. Kalaupun sudah terjadi, ventilasi dan sirkulasi udara akan memperlambat kerusakan yang timbul dari retak dan jamur pada dinding.

Sirkulasi udara yang optimal akan sangat berguna, terutama saat musim hujan. Dinding yang mulai lembap bisa dikeringkan dengan perputaran udara yang maksimal.

Dengan begitu, tembok yang belum lembap akan terjaga untuk selalu kering. Sementara itu, tembok yang lembap bisa sedikit terbantu dengan angin dan udara yang berputar.

6. Pertolongan Pertama Dinding Berjamur dengan Cuka
Saat jamur sudah mulai timbul di dinding, pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan adalah mengoleskan cuka pada dinding yang berjamur. Sifat asam dan korosif dari cuka akan merontokkan jamur yang bersarang di dinding. Jamur beserta lapisan cat akan mengelupas.

Permukaan dinding pun akan tampak kasar dan tidak beraturan. Setelah dikeringkan, Anda bisa saja langsung menimpanya dengan cat waterproof untuk mencegah munculnya jamur kembali.

Baca Juga: 7 Cara Menghapus Noda Krayon di Dinding Tanpa Merusak Permukaan Tembok

Namun, bila kondisi tembok yang berjamur sudah parah, sebaiknya Anda memperbaikinya dengan langkah selanjutnya.

7. Amplas dan Tambal Dinding Sebelum Dicat Ulang
Mulai dengan merontokan jamur dengan cairan anti jamur khusus tembok yang lebih efektif dan ampuh. Setelah jamur sudah hilang, Anda bisa mengamplas dinding untuk memastikan semua jamur sudah rontok dan hilang.

Dengan permukaan dinding yang sudah halus, lapisi dinding dengan semen instan atau semen putih untuk proteksi maksimal. Ini juga dilakukan untuk menambal lubang-lubang yang timbul saat mengamplas.

Semen yang sudah kering bisa diamplas lagi untuk mendapatkan permukaan yang mulus. Barulah, tembok bisa dilapisi dengan cat pelapis anti bocor dan tampak seperti baru.

Tembok rumah yang berjamur hanya akan membawa lebih banyak kerusakan yang lebih parah ketika dibiarkan begitu saja. Maka dari itu, lakukan langkah-langkah ini untuk mencegah atau juga memperbaikinya.

Artikel Terkait:

7 Langkah Plamir Tembok Sendiri dengan Tepat, Nggak Susah Kok!
Kenali Material Dinding dan Finishing Paling Tepat untuk Rumah Impianmu!
Cat Dasar Tembok, Aplikasi Cat yang Sering Dilupakan

Published by

Load More