Suara.com - Kolaborasi adalah kunci bagi anak muda untuk bisa sukses, apalagi Indonesia terdiri dari beragam suku, ras, bahasa dan agama. Toleransi adalah kunci utama menciptakan persatuan dan kesatuan untuk menuju kesuksesan.
Itulah sebabnya Unilever menggelar program ‘Every U Does Good Heroes’, yang ditujukan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih adil dan inklusif, dengan kolaborasi lintas sektor.
"Program Every U Does Good Heroes merupakan salah satu upaya kami untuk mewujudkan komitmen kami melalui kolaborasi dengan para generasi muda, yang memiliki visi yang sejalan dan mau sama-sama melakukan aksi nyata melalui gerakkan yang dilakukan di tengah masyarakat," ujar Kristy Nelwan, Head of Communications PT Unilever Indonesia, dalam acara diskusi, Jumat (19/11/2021).
Untuk program ini, Staf Khusus Presiden RI, Ayu Kartika Dewi, digandeng jadi mentor. Ia mengatakan tindakan toleransi harus dilakukan secara aktif.
"Seluruh elemen harus ikut serta dalam menjaga keberagaman dan melindungi orang-orang yang mengalami intoleransi. Semua orang Indonesia harus ikut bergerak," ujar Ayu.
Sehingga Co-Founder Toleransi.id itu mengingatkan jangan sampai mengabaikan ketika melihat kejadian intolerans. Ayu telah membuktikan bahwa purpose yang didukung dengan kolaborasi, bisa berkontribusi membangun Indonesia yang lebih adil dan inklusif.
Pada tahun 2013, Ayu juga telah mendirikan sebuah gerakan 'Sabang-Merauke' yang bertujuan untuk
menanamkan nilai-nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan.
Sesi mentoring ini, Ayu Kartika Dewi membagikan enam aspek penting sebelum menjalin kolaborasi dengan pihak eksternal. Enam aspek tersebut, antara lain: trust, shared value, organizational needs, audiences needs, resources, dan juga risk.
Ayu juga menyampaikan bahwa dengan individu atau organisasi melakukan analisis potensi kolaborasi
melalui enam aspek tersebut sebagai indikator, sebuah gerakan akan lebih mudah dalam mengukur dampak yang akan dihasilkan dari kolaborasi tersebut.
Baca Juga: Kota Tomohon Resmi Jadi Kota Toleransi di Indonesia
Berita Terkait
-
Ubaidillah Amin Stafsus Menkeu Purbaya Ditunjuk Jadi Komisaris Pelindo
-
Mandy CJ Gelar Pameran Tunggal The Way Back, Jadikan Seni sebagai Jembatan Toleransi
-
Jurist Tan dan Fiona Handayani Lampaui Wewenang sebagai Stafsus Nadiem Makarim
-
Keluarga Muslim Lindungi Tetangga Tionghoa saat Tragedi 98, Dihadiahi Tanah 13 Tahun Kemudian
-
Mahasiswa UBSI Gelar Penyuluhan Toleransi Beragama di TPQ Aulia
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
-
Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?
-
Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret
-
1.400 Pekerja Sumsel Kena PHK, Mayoritas Tanpa Perselisihan, Ada Apa?
-
Bareng Baba Lili Tata, Kenalkan Gaya Hidup Aktif pada Anak Sambil Eksplorasi Jakarta
-
Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan
-
Derita Pekerja asal Jambi, Cacat Permanen Akibat Kecelakaan Kerja di Kampar
-
Gus Alex Didakwa Terima USD 5,2 Juta di Korupsi Kuota Haji
-
17 Caption 17 Agustus Singkat Aesthetic untuk Instagram
-
Pemulihan Ekosistem Palsu Mengintai di Balik Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan