Suara.com - Dalam sejarah peradaban manusia, dikenal dengan istilah teori evolusi yang memprediksi asal muasal manusia yang sudah ada sejak zaman purba.
Salah satu lahirnya teori evolusi disebabkan karena adanya perubahan sosial, yakni perubahan yang terjadi di masyarakat hingga mempengaruhi sistem sosial di sekitarnya.
Mengutip Ruang Guru, Kamis (25/11/2021), berikut ini beberapa teori evolusi yang perlu diketahui dan sering dibahas dalam mata pelajaran Sosiologi.
Teori evolusi beranggapan bahwa perubahan sosial terjadi secara lambat dan bertahap di dalam sistem masyarakat.
Masyarakat berubah dan berkembang dari tahap peradaban sederhana menuju tahap peradaban yang lebih kompleks.
1. Teori evolusi unilinear
Kategori unilinear ini beranggapan bahwa semua masyarakat mengikuti garis yang sama dalam perubahan sosial.
Setiap masyarakat berubah dari kehidupan yang sederhana ke yang lebih kompleks dengan masing-masing kelompok masyarakatnya akan melewati urutan perubahan yang sama.
Teori ini mempercayai bahwa masyarakat mengalami perkembangan kebudayaan yang terus maju menuju kehidupan yang lebih modern.
Contohnya, kelompok masyarakat yang sebelumnya primitif berubah menjadi masyarakat industri yang modern.
Baca Juga: 15 Pilihan Jurusan IPS di Perguruan Tinggi: Kriminologi, Ilmu Politik hingga Sosiologi
2. Teori evolusi universal
Berbeda dengan teori evolusi unilinear, kategori teori evolusi yang satu ini menyatakan bahwa perkembangan masyarakat tidak perlu melalui suatu perubahan tertentu yang sifatnya tetap, karena pada dasarnya kebudayaan manusia telah mengikuti suatu garis evolusi tertentu.
Contohnya, perkembangan masyarakat homogen menuju heterogen. Misalnya, sejak awalnya suatu kelompok masyarakat hanya tahu satu jenis pekerjaan atau profesi yang sama, kemudian berkembang menjadi banyak jenis profesi.
3. Teori evolusi multilinear
Multilinear menggantikan cara pandang unilinear. Kategori teori evolusi multilinear ini menyatakan bahwa perubahan sosial bisa terjadi dalam beragam cara, tidak dalam satu garis evolusi yang sama.
Tetapi dari cara-cara itu akan mengarah ke tujuan yang sama. Misalnya, perubahan sistem mata pencaharian yang ada di masyarakat, dari sistem berburu menuju sistem pertanian, sehingga memberikan efek ke sistem dan pola ke keluarga.
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
-
4 Rekomendasi Sepeda Statis di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Olahraga hingga Terapi Orang Tua
-
Berapa Tinggi Empire State Building? Angela Nikolau and Ivan Kuznetsov Nekat Lamaran di Puncaknya
-
Apa Itu Diaspora? Ragnar Oratmangoen Cs Kehilangan Statusnya usai Gabung Liga Lokal
-
Lahan Pertanian Bisa Jadi Penyerap Karbon? Penelitian Ini Ungkap Potensinya
-
Cushion Viva Cosmetics untuk Kulit Apa? Ini Kandungan, Manfaat, dan Keunggulannya
-
5 Bedak Padat Natural yang Menyatu dengan Warna Kulit, Hasil Flawless Tanpa Belang
-
5 Body Lotion Jumbo untuk Kulit Kering dan Mencerahkan, Hemat Dipakai Sehari-hari
-
7 Tips Bikin Ruangan Dingin Tanpa AC, Solusi Anti Gerah dan Hemat Listrik
-
Gunung Apa yang Paling Mematikan di Indonesia?