Suara.com - Menyikapi masuknya varian Omicron ke Indonesia, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Menparekraf Sandiaga Uno ungkap rencana pemerintah menambah waktu karantina menjadi 14 hari.
Sehingga pendatang dari luar negeri tidak lagi hanya melakukan karantina 10 hari tapi bertambah 4 hari di hotel yang ditunjuk pemerintah, atau di fasilitas karantina terpusat.
"Ada indikasi kuat pemerintah akan mempertimbangkan untuk menerapkan 14 karantina terpusat. Terutama untuk yang masuk dari luar, karena dari seluruh kasus yang hadir di Indonesia, itu semua datangnya dari luar negeri," ujar Menparekraf Sandiaga dalam acara Weekly Press Briefing (WPB), Senin (20/12/2021).
Sandiaga mengatakan kebijakan ini diberlakukan seiring peningkatan kasus varian Omicron di luar negeri yang terus bertambah dan sudah menyebar di 95 negara.
Apalagi pendatang dari luar negeri, dan masyarakat Indonesia yang melakukan perjalanan internasional terus bertambah kian hari.
"Oleh karena itu untuk antisipasi dengan adanya omicron, pemerintah telah memberlakukan karantina 10 hari, karena sekarang sudah terpantau hampir 4000 pelaku perjalanan luar negeri, baik yang keluar maupun masuk," papar Sandiaga.
Selain kebijakan karantina yang bakal ditambah, Sandiaga juga mengatakan ada 11 negara dan 4 negara tambahan, yang dilarang datang ke Indonesia, sebagai negara yang berisiko karena meningkatnya kasus varian Omicron di negara tersebut.
Adapun 4 negara tambahan tersebut yakni Inggris atau United Kingdom, Denmark, Norwegia dan Hong Kong.
"Walaupun ada satu negara dikeluarkan dari daftar tersebut, yaitu Hong Kong. Omicron ini sudah mencapai 37 ribu kasus di Inggris," tutup Sandiaga.
Baca Juga: Kecam Kalangan Mampu Ingin Karantina Gratis, Luhut: Kita Harus Kerja Sama
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi
-
5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna