Suara.com - Beberapa ahli berpendapat bahwa memanggang makanan sampai sedikit gosong adalah berbahaya. Oleh sebab itu seorang harus memanggannya dalam warna keemasan.
Meskipun makanan yang gosong biasanya tidak disengaja banyak orang yang lebih menyukai rasanya jika dibandingkan dengan roti panggang, daging, dan banyak lagi. Ketika makanan dimasak pada suhu tinggi, produk sampingan alami yang disebut akrilamida diproduksi.
Bahan kimia ini lebih mungkin diproduksi dengan memanggang, memanggang, memanggang, dan menggoreng. Food Standard Agency memperingatkan, Tes laboratorium menunjukkan bahwa akrilamida dalam makanan menyebabkan kanker pada hewan.
“Para ilmuwan sepakat bahwa akrilamida dalam makanan juga berpotensi menyebabkan kanker pada manusia. Kami merekomendasikan agar jumlah akrilamida yang kita semua konsumsi dikurangi, sebagai tindakan pencegahan.”
Saran tersebut, yang berasal dari tahun 2017, telah mendapat kritik, terutama karena penelitian pada hewan telah menggunakan dosis akrilamida yang jauh lebih tinggi daripada yang digunakan manusia pada hari apa pun.
Ada juga kekurangan informasi tentang berapa banyak akrilamida dalam makanan seseorang yang aman, dan apa sebenarnya peningkatan risiko kanker.
Tetapi organisasi lain – Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC), bagian dari Organisasi Kesehatan Dunia, dan Badan Perlindungan Lingkungan AS – telah memperingatkan bahwa bahan kimia itu “mungkin” karsinogen manusia.
Healthline melaporkan bahwa untuk mengurangi risiko karsinogen dari memasak dengan suhu tinggi, cobalah menggunakan metode memasak yang lebih sehat seperti:
- Memanggang atau memanggang pada suhu yang lebih rendah
- Memasak lambat dalam panci tempayan atau slow cooker
- Merebus
- Pakai pressure cooking
Baca Juga: Kabar Baik, Peneliti Berhasil Kembangkan Alat Tes Untuk Deteksi Kanker Dalam 30 Menit
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Sering Impulsif Saat Ramadan? Psikolog Sarankan Jeda Sebelum Bereaksi
-
Tren Beauty TikTok 2026: Dari Produk Viral ke Brand yang Bertahan
-
Dari Kajian Sampai Bazaar UMKM, Hijrahfest Ramadan 2026 "Comeback Stronger" Hadir di Jakarta
-
7 Hal yang Membatalkan Puasa, Bukan Hanya Makan dan Minum
-
Sampai Kapan Batas Penukaran Uang Baru 2026? Ini Cara dan Aturannya
-
10 Menu Buka Puasa Ibu Hamil, Baik untuk Kesehatan dan Perkembangan Janin
-
Anti-Mainstream! Fuji dan Erika Carlina Bocorkan Tempat Ngabuburit Kece di Tepi Laut Jakarta
-
Doa Apa yang Perlu Dibaca saat Zakat Fitrah?
-
4 Niat Zakat Fitrah, untuk Diri Sendiri hingga untuk Keluarga
-
Apa Hukum Meminta THR dalam Islam? Jangan Memaksa, juga Jangan Menolak