Suara.com - Satu lagi manfaat biji kedelai untuk kesehatan ditemukan oleh ilmuwan. Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menemukan bahwa biji kedelai memiliki potensi manfaat untuk mencegah kanker payudara.
Hal ini sebagaimana hasil penelitian disertasi apt. Numlil Khaira Rusdi, S. Farm yang menemukan potensi biji kedelai mampu menghambat perkembangan sel kanker payudara.
"Meningkatnya konsumsi produk kedelai menurunkan risiko kanker payudara," ujar Numlil dalam sidang uji promosi doktor Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Rabu (5/1/2022).
Numlil menjelaskan dalam hasil riset dan penelitian yang dilakukan pada tikus yang dimodifikasi kanker, lalu diberi ekstrak biji kedelai yang punya sifat fitoestrogen, punya khasiat selaiknya hormon.
Sehingga biji kedelai yang mengandung fitoestrogen, mampu melawan dan menekan perkembangan sel tumor dan kanker, khususnya kanker payudara.
"Hasil meta analisis menunjukan konsumsi tinggi produk kedelai, yang mengandung fitoestrogen dapat menurunkan risiko kanker payudara terkait estrogen reseptor (ER)," terang Numlil.
Perlu diketahui sebagian besar penderita kanker payudara memiliki sel kanker reseptor estrogen positif, yang disebut sebagai ER positif.
Sehingga dalam penelitian tersebut, jika ER mampu ditekan perkembangannya dengan konsumsi ekstrak biji kedelai yang bekerja selaiknya terapi hormon pada pasien kanker payudara, maka konsumsi biji kedelai bisa mencegah dan menekan pertumbuhan kanker.
Ini jugalah yang menurut Numlil, di berbagai penelitian menyebutkan perempuan Asia lebih rendah alami kanker payudara dibanding perempuan Eropa, karena banyak konsumsi produk kedelai.
Baca Juga: Gen pada Indera Penciuman Ternyata Bisa Mendorong Metastasis Kanker Payudara
"Meningkatnya konsumsi produk kedelai menurunkan risiko kanker payudara. Efek proteksi ini juga disebabkan kebiasaan wanita Asia mengonsumsi produk kedelai sejak dini dan terus menerus," tutup Numlil.
Berita Terkait
-
Berkat Prabowo, Harga Tahu-Tempe Bakal Makin Murah
-
Menkes Budi: Cowok Perokok Red Flag, Perempuan Bakal Tanggung Risiko Kanker
-
Inovasi Terapi Kanker Kian Maju, Deteksi Dini dan Pengobatan Personal Jadi Kunci
-
Waspada! Bahaya Tersembunyi Chatbot AI yang Dipakai Anak Muda untuk 'Mendiagnosis' Kesehatan Mental
-
Kisah Pasien Kanker Payudara Menyebar ke Tulang, Pilih Berobat Alternatif Dibanding Kemoterapi
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi