Suara.com - Seorang pengantin perempuan harus menelan kepedihan pasalnya ia dituduh tak perawan lantaran bunga melatinya.
Pada video di tiktok, pengantin tersebut bercerita bahwa mulanya pernikahan berjalan lancar.
Namun kemudian ada perempuan yang mengrim pesan singkat ke suaminya di mana menampilkan foto pernikahan mereka dengan menandai melati yang ia kenakan.
"Ceritanya ada yang berusaha meyakinkan suami saya, kalau saya sudah tidak perawan dari mitos kembang manten," tulis akun Tiktok tersebut dalam videonya.
Ada mitos yang menyatakan bahwa saat pengantin tak perawan bunga manten layu atau busuk.
Padahal pengantin perempuan tersebut menyatakan bahwa dari MUA melati memang sudah layu.
"Intinya saya enggak tahu gimana caranya MUA nya dapat bunga. Saya cuma mikir acara sukses tanpa kendala, saya tahu kondisi bunga emang enggak segar, jadi saya apal kalau ini sengaja mengusik rumah tangga saya," tulis perempuan tersebut.
Ternyata perempuan yang mengirimi pesan pada suaminya itu juga bermaksud menggoda.
"Embak gatalnya sering ngirim foto, kirim video juga. Ada yang kirim foto habis mandi cuma sedada aja enggak keliahat. Intinya memang mau mengusik rumah tangga saya jalan enam bulan ini," tambahnya lagi.
Baca Juga: Cerita Anak Rantau Punya Bapak Kos Super Baik, Dianggap Seperti Ayah Sendiri Gegara Ini
Video yang diungga Minggu (9/1/2022) itu mendapatkan berbagai respons dari warganet.
"Emang kalau nikah bunganya melati pengantinnya yang pesen ya? belum paham soalnya dia bund," komentar warganet.
"Mitos itu mbak, anakku khitan pas umur 10 tahun & aku juga minta dirias kayak kemanten pakai melati asli juga enggak layu, padahal kami nikah udah 11 tahun. Itu sih tergantung melatinya," imbuh warganet lain.
"Maklum bun panas dia, soalnya yang di pelaminan bukan doi, btw samawa ya," tambah lainnya.
"Melati layu dipermasalahin orang. apa kabar sama pengantin di Sumatra yang pakai melati palsu," imbuh lainnya.
"Yah itu dih dia yang punya maksud terselubung," tulis warganet di kolom komentar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Masih Bolak-balik Bisnis ke Indonesia, Segini Kekayaan Shin Tae-yong
-
3 Jenis Kanker yang Paling Banyak Menyerang Anak Muda di Singapura
-
Lirik Lagu Erika oleh OSD HMT ITB yang Berisi Pelecehan Seksual
-
7 Rekomendasi Parfum Heaven Scent Best Seller, Wangi Mewah Tak Harus Mahal!
-
5 Sepeda Lipat Ukuran 20 yang Nyaman dan Praktis, Mulai Rp800 Ribuan
-
Kontroversi Dikidoy, Akun yang Live TikTok Sidang Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI
-
Apa itu Objektifikasi Perempuan? Berkaca pada Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI
-
Apa Beda Whistleblower dan Justice Collaborator di Kasus Pelecehan FH UI?
-
Kreatif Saja Tak Cukup, UMK Kuliner Perlu Bimtek untuk Tembus Pasar Lebih Luas
-
16 Nama Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual ke 27 Orang