Suara.com - Perhiasan mulai menggeliat sebagai komoditi ekspor pasca meledaknya pandemi Covid-19 19. Dengan terbukanya keran ekspor menuju UEA, produksi perhiasan lokal makin tergenjot untuk meningkatkan volume dan inovasi.
Potensi ekspor ini disambut baik oleh Ibrahim Yusuf, Founder dan CEO dari PT Lovary Corpora Indonesia. Lovary adalah bisnis yang bergerak di bidang perhiasan, khususnya cincin nikah.
Menurut Ibrahim, Indonesia sangat berpotensi untuk menjadi negara eksportir. Indonesia memiliki sumber daya yang besar, baik dari sumber daya alam maupun manusia. Maka penting bagi pelaku bisnis di Indonesia untuk menyambut terbukanya keran ekspor ini.
“Kita jangan terjebak dengan konsep ‘tidak usah ekspor saja di Indonesia pasarnya sudah besar’. Apabila kita tidak bergegas, maka kita akan seterusnya menjadi negara konsumen atau negara pasar,” ujar Ibrahim dalam keterangannya Kamis, (13/1/2022).
Ibrahim memandang bahwa perlu ada sinergi antara pemerintah, pelaku bisnis baik itu UMKM dan bisnis besar, akademisi dan peneliti.
Dengan adanya simbiosis ini, Indonesia yang memiliki sumber daya tinggi bisa memaksimalkan potensinya.
“Hari ini kita sudah jadi pengekspor emas. Kedepan kita bisa menjadi pengekspor perhiasan atau microchip. Begitu pula dengan tembaga dan sumber daya alam lain. Bisnis di Indonesia perlu menjadi pengekspor produk jadi dengan added value,” ujar Ibrahim.
Ibrahim sendiri punya keinginan untuk turut serta dalam gelombang ekspor ini. Namun Ibrahim mengatakan bahwa pihaknya, perlu untuk beradaptasi dengan market dari masing-masing negara. Lovary perlu memetakan value proposition yang tepat di setiap negara tujuan eksport.
Menurut Siska Pratiwi yang merupakan istri Ibrahim dan Co-Founder Lovary, kendala besar bagi ekspor perhiasan adalah cukai di negara tujuan. Hal ini dikarenakan beban cukai beragam di tiap negara.
Baca Juga: Video Lama Ustadz Yusuf Mansur Galang Dana Sedekah Motor, Perhiasan Hingga Mobil Viral
Ditambah lagi perhiasan termasuk barang mewah yang memiliki bea cukai tinggi.
“Pemerintah Indonesia perlu melakukan diplomasi agar biaya cukai perhiasan di negara tujuan tidak terlalu tinggi,” imbuh Siska.
Biaya pengiriman dan akses pasar juga menjadi kendala. Menurut Ibrahim, dua poin ini menyebabkan ekspor belum terjangkau oleh pelaku UMKM. Maka peran pemerintah sebagai mitra pebisnis menjadi penting untuk menjadi ujung tombak diplomasi sekaligus jalur regulasi dan birokrasi.
Tapi menurut Ibrahim, kesamaan visi dapat menjadi motor. Dengan semangat yang tinggi dari para pengusaha di Indonesia untuk mengakses pasar internasional, dan didukung oleh dukungan Pemerintah serta stake holder lainnya, maka lambat laun ekosistem ekspor bagi usaha dalam negeri ini akan mulai tumbuh ke arah yang lebih baik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi
-
Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding
-
IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026
-
Cara Belanja di Singapura dan Jepang Pakai BRImo, Tanpa Tukar Mata Uang
-
Mario Aji dan Veda Ega Ajak Masyarakat Ramaikan Gelaran MotoGP Mandalika 2026
-
Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta Gelar 2nd Fun Kids Swimming Competition