Suara.com - Ruam merupakan salah satu masalah kulit paling umum saat bayi menggunakan popok. Namun dikatakan CEO Makuku Indonesia, Jason Lee, popok generasi terbaru telah didesain anti-ruam tak seperti popok konvensional.
"Ruam popok adalah salah satu permasalahan kulit yang umum terjadi pada si kecil, terutama yang berusia 0 hingga 3 tahun. Penyebab utamanya adalah penyerapan popok yang kurang maksimal, sehingga popok menjadi lembap, dan pada akhirnya menyebabkan ruam pada si kecil," ujar Jason, melalui keterangannya, Rabu (26/1/2022).
Jason menjelaskan, popok kekinian umumnya sudah menggunakan struktur inti Super Absorbent Polymers (SAP), yang diklaim membuat bayi lebih nyaman dan berteknologi antiiritasi.
Lantas, apa sih bedanya popok kekinian dan popok konvensional? Berikut ulasannya mengutip siaran pers Makuku Indonesia:
1. Ketebalan
Popok konvensional memiliki bahan dasar pulp kayu, dengan susunan tanpa stratifikasi dan partisi.
Faktor ini membuat popok konvensional memiliki ukuran yang lebih tebal, mudah berubah bentuk, dan memiliki struktur yang lebih longgar.
Jika dibandingkan, popok konvensional yang memiliki ketebalan antara 2,5 milimeter (mm) hingga 4 mm. Sedangkan popok generasi baru ini hanya 1,66 mm, sangat tipis.
Ditambah dengan struktur desain permukaannya yang 3D, dapat mengurangi kontak dengan kulit sehingga mengurangi terjadinya ruam popok.
Struktur 3D ini dapat meningkatkan sirkulasi udara sampai 60 persen sehingga popok tidak mudah lembab, karena sebagian besar ruam disebabkan oleh pantat bayi yang tidak cukup kering.
Baca Juga: Bunda Wajib Tahu! 5 Tips dalam Memilih Popok yang Tepat dan Nyaman untuk Anak
Hal ini membuat si kecil dapat beraktivitas lebih nyaman dan dapat beristirahat di malam hari tanpa terganggu.
2. Daya Serap
Daya serap popok sangat berpengaruh terhadap kesehatan kulit bayi, terutama di daerah selangkangan. Maka dari itu penting untuk mencari popok dengan daya serap maksimal.
Popok pada umumnya hanya mampu menyerap 400 mililiter (ml) hingga 500 ml. Sedangkan popok generasi baru ini dapat menampung hingga 600 ml dan tidak meninggalkan sisa penyerapan.
Penyerapan yang cepat inilah yang pada akhirnya dapat mencegah bakteri berkembang biak dan mengurangi kemungkinan kulit bayi mengalami ruam popok.
3. Struktur
Popok pada umumnya memiliki struktur yang tidak stabil. Hal ini dapat memperbesar gesekan pada kulit si kecil yang pada akhirnya akan mengakibatkan ruam.
Pada popok generasi baru, strukturnya di desain 3D sehingga lebih stabil dan dapat mengurangi kontak langsung dengan kulit. Selain itu juga dapat mempercepat penyerapan dan meningkatkan sirkulasi udara hingga 60 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Beda Cushion Make Over Powerstay dan Hydrastay, Mana yang Lebih Tahan Lama?
-
Berapa Lama Skincare Viva Terlihat Hasilnya? Pengalaman Tasya Farasya Setelah Sebulan Pemakaian
-
Bukan Sekadar Nutrisi: Rahasia Sukses MPASI Tanpa Drama dengan Metode 'Mindful Feeding'
-
7 Tips Membangun Anak Tangga Sesuai Feng Shui: Rezeki Mengalir, Rumah Tangga Harmonis
-
Kulkas Harga Rp1 Jutaan Merek Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik, Lengkap Review Pembeli
-
3 Rekomendasi Serum Retinol yang Bantu Sembuhkan Jerawat, Aman bagi Pemula
-
7 Pensil Alis Waterproof, Tahan Lama dan Anti Luntur untuk Aktivitas Seharian
-
Bedak yang Bagus SPF Berapa? Ini 5 Pilihan yang Aman Dipakai di Luar Ruangan
-
Tampil Bugar Hingga Menit Terakhir: Panduan Nutrisi Anti-Lemas untuk Pemain Sepak Bola
-
5 Parfum Berbahan Amber yang Tahan Lama, Wanginya Awet Seharian