Suara.com - Sebuah pesan berantai berisi hoaks yang menyebut cumi frozen berasal dari dubur babi yang beredar di WhatsApp membuat warganet keheranan.
Hadirnya WhatsApp memang telah mempermudah komunikasi kita sehari-hari saat ini. Namun, tak jarang aplikasi mengirim pesan ini disalahgunakan oleh orang-orang tak bertanggung jawan untuk menyebarkan berita palsu.
Hal tersebut tentu menimbulkan kebingungan, terutama bagi orang yang lebih tua. Di Twitter, seorang warganet asal Malaysia bercerita tentang ibunya yang menerima pesan WhatsApp terkait statua kehalalan produk makanan beku.
Dilansir M Star, dalam tangkapan layar, orang yang mengirim pesan WhatsApp tersebut membagikan foto potongan cumi yang melingkar seperti cincin.
Orang itu mengklaim bahwa cumi yang sering dijadikan hidangan calamari tersebut tidak dibuat menggunakan cumi asli, melainkan dibuat dari bagian dubur babi.
"Assalamualaikum sahabat, mau share info, ini adalah dubur babi. Mirip seperti cincin cumi, dia besar dan putih. Kalau cumi biasanya ada titik-titik. Takut dibeli. Sekilo di Perlis RM 7.90. Di KL (Kuala Lumpur) RM11. Tapi di plastik," tulis pesan viral tersebut.
"Jadi, teman-teman jangan berani membeli. Tapi mereka pandai memasang tanda halal," klaim orang itu itu lagi.
Setelah dibagikan akun @qeels88 melalui Twitter, rupanya pesan hoaks tersebut langsung menarik perhatian warganet. Bahkan sampai saat ini, postingan itu telah mendapatkan lebih dari 8.100 tanda suka.
Berbagai komentar pun ditinggalkan warganet terkait hal tersebut. Tentu saja, banyak yang tak percaya dengan berita hoaks yang beredar itu. Sayangnya, karena menyasar orang yang lebih tua, tak sedikit ibu dan ayah mereka yang percaya dengan kabar itu.
"Harga babi memang sudah cukup mahal, jadi mengapa mereka ingin menipu umat Islam dengan menjual produk berlogo Halal ini?," tanya seorang warganet.
"Babi susah buang air besar. Bagaimana caranya mengambil anusnha?. Berapa babi yang dibutuhkan untuk mendapatkan seplastik cincin cuma palsu ini?," kata yang lain.
Berita Terkait
-
BMKG NTT: Kabar Gempa Susulan Besar Pukul 09.00 WITA Hoaks, Jangan Percaya!
-
Puan Ungkap DPR Kerap Diterpa Hoaks: Dari Kutipan Palsu hingga Video Lama yang 'Diplintir'
-
Mendes Yandri Susanto Polisikan 73 Akun Medsos, Tak Terima Difitnah Lewat Video AI Deepfake
-
73 Akun Medsos Sebarkan Berita Bohong Soal Warung Desa Bakal Ditutup Gara-Gara Kopdes
-
Provokator Hoaks Harus Dikategorikan sebagai Musuh Negara
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut