Suara.com - Rumah termasuk aset properti yang tidak hanya menjadi kebutuhan primer bagi manusia, tapi juga kerap dijadikan sarana investasi jangka panjang.
Sebab harga jualnya yang cenderung naik setiap waktu dan hampir tidak pernah turun.
Bagi kamu yang sedang berencana punya rumah, disarankan untuk membelinya pada bulan ini. Karena diperkirakan harga properti, termasuk rumah, akan naik per April 2022 imbas dari kenaikan PPN menjadi 11 persen oleh pemerintah.
"PPN akan naik 1 April nanti. Jadi kalau bisa cepat beli properti sebelum 1 April," kata CEO of Indonesia Property Watch Ali Tranghanda dalam webinar bersama Pinhome, Rabu (16/3/2022).
Selain itu, faktor kenaikan harga sejumlah bahan bangunan juga turut mempengaruhi. Ali mencontohkan, harga besi sudah naik pesat sebanyak 20-30 persen. Hal lainnya juga produk pendukung lain seperti komunitas sawit yang naik hingga situasi internasional akibat invasi Rusia ke Ukraina.
Kondisi tersebut turut mempengaruhi harga jual rumah yang diperkirakan akan naik hingga 7-12 persen.
"Tapi dari pengembang pasti akan hati-hati karena daya beli kelas menengah belum sepenuhnya pulih akibat pandemi. Tapi di sisi lain, kalau menengah ke atas daya belinya tidak terlalu terpengaruh," ujarnya.
Ali menyarankan, apabila berencana beli properti sebenarnya tidak harus menunggu momen harga naik ataupun turun. Menurutnya, bagaimanpun yang terjadi, harga properti pasti akan naik seiring waktu.
"Kalau kita bicara kenaikan, iya itu pasti akan terjadi karena sudah 9 tahun tidak naik, di bawah terus karena pandemi dan lain-lain. Akan naik minimal 7 sampai 12 persen di tahun ini. Jadi kalau kita mau beli properti jangan nunggu kapan naik, kapan turun, beli aja," pesannya.
Berita Terkait
-
Katanya Sudah Merdeka, Tapi Kenapa Ibu Rumah Tangga Sulit Berinvestasi?
-
PFII Siap Hadirkan Ekosistem Investasi Berstandar Dunia dan Digital
-
Pegadaian Perkuat Ekosistem Emas Nasional lewat Kehadiran Tabungan Emas di myBCA
-
Prabowo: Ekonomi RI Tumbuh 5,45% di Semester I 2026, Tertinggi dalam 13 Tahun
-
Tak Peduli Angka Pertumbuhan Ekonomi, Prabowo Kejar Masyarakat Makmur dan Tak Kelaparam
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN