Suara.com - Kedai kopi merupakan tempat berkumpul dan nongkrong favorit tidak hanya di Indonesia, tapi juga di belahan dunia lainnya.
Kabar membanggakan datang dari Dubai Expo 2020, di mana Bandung Resto dan Java Café yang terletak di Paviliun Indonesia menjadi salah satu tempat terbaik untuk menikmati kopi.
Klaim ini disampaikan oleh Time Out yang menjadi partner Expo 2020 Dubai dalam memberikan peringkat dan ulasan seluruh resto dan kafe di paviliun negara peserta.
“Sekali lagi Indonesia mendapat kebanggaan karena diakui secara nyata oleh komunitas internasional. Kali ini, giliran restoran Indonesia yang menjadi favorit para pengunjung Expo 2020 Dubai,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional sekaligus Komisioner Jenderal Paviliun Indonesia Didi Sumedi, dikutip dari keterangan resmi.
Hadirnya restoran Indonesia di paviliun, lanjut Didi, menjadi sarana terbaik dalam mengenalkan kualitas dan citarasa kuliner, khususnya kopi Indonesia yang beragam. “Ini menjadi potensi untuk membuka peluang terhadap permintaan makanan dan kopi asli Indonesia dan diharapkan dapat mendorong ekspor,” imbuh Didi.
Selain Time Out, restoran dan kafe Paviliun Indonesia juga masuk sebagai 10 tempat terbaik untuk minum kopi berdasarkan rating yang diberikan para pengunjung restoran. Dalam lima bulan perhelatan, para pengunjung dapat menemukan kopi luwak, kopi termahal di dunia dengan harga yang terjangkau.
Menurut Java Café, kopi Indonesia yang paling terkenal di kalangan pengunjung adalah kopi Luwak, kopi Toraja, dan kopi Gayo Aceh. Hal ini dibuktikan dengan terjualnya ratusan gelas kopi tiap hari dan banyaknya staf paviliun negara lain yang menjadi pelanggan kopi.
“Rasa kopi Luwak yang disajikan sangat lembut dan aromanya sangat menggoda. Hampir setiap hari saya mengajak teman untuk menikmati kopi dari Java Café,” ucap staf Dubai Expo 2020, Adriane.
Restoran dan kafe menjadi salah satu daya tarik masyarakat lokal untuk mengunjungi Pavilun Indonesia dengan rata-rata puluhan ribu pengunjung di beberapa minggu terakhir. Jumlah pengunjung Paviliun Indonesia diperkirakan semakin meningkat selama beberapa hari ke depan, khususnya menjelang akhir gelaran Dubai Expo 2020.
Baca Juga: Kedai Kopi Menjamur Di Masa Pandemi, Rio Dewanto: Indonesia Memang Penghasil kopi yang Luar Biasa
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang diolah Kementerian Perdagangan, pada periode Januari 2022, ekspor kopi Indonesia tercatat sebesar 99,16 juta dolar AS, atau naik 44,02 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 68,85 juta dolar AS.
Sedangkan pada 2021, ekspor kopi Indonesia mencapai 851,72 juta dolar AS, atau naik 3,62 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 821,93 juta dolar AS. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Survei: Kopi Tetap Jadi Favorit, Tren Minuman Siap Saji Terus Tumbuh
-
Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan
-
Kue Ketan Politik dan Jeritan Dompet Rakyat di Tengah Badai Inflasi 2026
-
Wisata Kuliner Australia Barat: 5 Tempat Makan dan Kedai Kopi Wajib Masuk Itinerary
-
Berawal dari Kuala Lumpur, Zus Coffee Kini Siap Temani Perjalanan Harian Pecinta Kopi Indonesia
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Hampir Semua Layanan Publik di Jakarta Kini Gratis, Warga Diminta Ikut Awasi
-
Apakah Boleh Cuci Muka Pakai Air Hangat saat Mandi? Ini Penjelasannya
-
Bukan Sekadar Wisata, Ini Cara Kang Edai Menggerakan Kemiren
-
Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, BMKG Ungkap Penyebabnya
-
Birokrasi di Era Digital: Saat Keruwetan Administrasi Pindah ke Layar
-
GEMPAR di Pasar Ngino, Yuk Nonton Jathilan Sambil Nglarisi Pedagang!
-
Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat
-
The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?
-
NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT
-
Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT