- Zus Coffee asal Malaysia akan resmi berekspansi ke pasar Indonesia dengan membuka gerai perdana di Puri Indah Mall akhir Mei.
- Perusahaan berkolaborasi dengan Kapal Api Group untuk menghadirkan pengalaman kopi spesial yang praktis, personal, dan terintegrasi melalui aplikasi digital.
- Zus Coffee bekerja sama dengan Taufan Mokoginta mengembangkan racikan menu eksklusif guna menyesuaikan selera kopi masyarakat di Indonesia secara lokal.
Suara.com - Di tengah ritme hidup masyarakat urban yang makin cepat, budaya minum kopi pun ikut berubah. Kini, menikmati kopi bukan lagi sekadar duduk lama di kedai sambil berbincang, melainkan menjadi bagian dari rutinitas harian yang praktis, personal, dan tetap berkualitas.
Dari perjalanan menuju kantor, jeda singkat di sela pekerjaan, hingga teman lembur di malam hari, kopi spesial perlahan menjadi kebutuhan keseharian generasi modern.
Tren inilah yang coba dijawab oleh Zus Coffee, jaringan kopi asal Kuala Lumpur yang tengah naik daun di Asia Tenggara. Setelah berkembang pesat di Malaysia, Singapura, Filipina, Brunei, dan Thailand, Zus Coffee kini resmi bersiap memasuki pasar Indonesia bersama kapalapi.co.id.
Didirikan pada 2019, Zus Coffee membawa konsep kopi spesial yang dibuat lebih dekat dengan keseharian masyarakat. Bukan lagi minuman premium yang hanya dinikmati sesekali, melainkan kopi berkualitas yang bisa diakses kapan saja dan di mana saja.
“Indonesia selalu menjadi pasar yang penting bagi kami, bukan hanya karena warisan kopinya yang kaya, tetapi juga lingkungan konsumennya yang dinamis dan berkembang pesat,” ujar Chief Operating Officer Grup Zus Coffee, Venon Tian.
Menurut Venon, misi utama Zus Coffee sejak awal adalah membuat kopi spesial lebih mudah dijangkau semua kalangan. Karena itu, kolaborasi dengan Kapal Api Group dinilai menjadi langkah penting untuk menghadirkan pengalaman kopi yang relevan dengan selera masyarakat Indonesia.
“Misi kami selalu jelas: membuat kopi spesial dapat diakses oleh semua orang. Melalui kemitraan kami dengan Kapal Api Group, kami sangat senang mewujudkan visi ini dengan cara yang relevan secara lokal, seraya tetap setia pada apa yang menjadi fokus Zus Coffee, kualitas, konsistensi, dan kenyamanan,” lanjutnya.
Yang menarik, tren baru menikmati kopi yang dibawa Zus Coffee tidak hanya soal rasa, tetapi juga pengalaman. Sebagai jaringan kedai kopi berbasis teknologi, seluruh ekosistem mereka dirancang agar lebih praktis dan personal melalui aplikasi digital.
Mulai dari pemesanan, pembayaran, hingga program loyalitas, semuanya terintegrasi dalam satu platform. Di sisi lain, teknologi juga membantu para barista yang disebut “Zuristas” bekerja lebih cepat dan akurat, sehingga mereka tetap bisa fokus membangun interaksi hangat dengan pelanggan.
Baca Juga: Budaya Belanja Generasi Sekarang: Antara Self-Reward dan Self-Destruction
Konsep ini menjadi cerminan bagaimana budaya ngopi modern berkembang. Konsumen kini menginginkan kopi berkualitas tanpa harus mengorbankan kecepatan dan kenyamanan.
Personalisasi juga menjadi bagian penting. Lewat aplikasi ZUS, pelanggan dapat memilih jenis campuran kopi, tingkat kemanisan, hingga susu sesuai selera masing-masing.
Tak hanya mengandalkan teknologi, Zus Coffee juga mencoba mendekatkan diri dengan cita rasa lokal di setiap negara tempat mereka berkembang. Di Malaysia misalnya, mereka menghadirkan Gula Melaka Latte, sementara Filipina memiliki Ube Latte dan Thailand dengan Thai Milk Tea.
Untuk pasar Indonesia, Zus Coffee menyiapkan minuman eksklusif yang disesuaikan dengan karakter penikmat kopi Tanah Air. Salah satu menu andalan yang juga akan hadir adalah Spanish Latte, minuman terlaris ZUS dengan penjualan lebih dari 42 juta cangkir secara global.
Kolaborasi dengan roaster kopi Indonesia, Taufan Mokoginta, turut menjadi bagian penting dalam ekspansi ini. Sosok yang pernah menjuarai World Coffee Roasting Championship di Taipei tersebut akan terlibat dalam pengembangan racikan kopi dan minuman eksklusif untuk pasar Indonesia.
Lebih dari sekadar membuka gerai baru, kehadiran Zus Coffee di Indonesia juga memperlihatkan bagaimana budaya kopi terus bergerak mengikuti perubahan gaya hidup masyarakat. Kopi spesial kini tak lagi terasa eksklusif dan rumit, tetapi hadir lebih dekat, lebih fleksibel, dan menyatu dengan aktivitas sehari-hari.
Gerai pertama Zus Coffee di Indonesia sendiri dijadwalkan dibuka di Puri Indah Mall pada akhir Mei mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Bukan Gagal Move On, September Band Rilis 'Lagu Rindu Untuk Kamu' untuk Obati Rasa Kehilangan
-
Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
-
Bebas Kusam! Ini 5 Body Serum Efek Tone Up untuk Tampilan Kulit Cerah
-
5 Perbedaan PIE dan PIH Bekas Jerawat dan Cara Membedakannya
-
Dari Fashion ke Wellness, Ariy Arka Menemukan Cara Baru Merawat Diri di Tengah Rutinitas
-
Jangan Tertukar! Ini Perbedaan Komponen Biotik dan Abiotik di Sekitar Kita Beserta Contohnya
-
Bukan Sekadar Baca Slide! 4 Rahasia Presentasi Maut untuk Pikat Klien
-
Wajah Kemanusiaan di Tengah Kesenjangan Kelas dalam Film 'Parasite'
-
Senin 24 Agustus 2026 Bank Buka atau Tidak? Ini Jadwal Operasional saat Libur Maulid Nabi
-
Bahlil Jawab Isu Pembatasan Pertalite: Masih Dikaji, Belum Ada Perubahan!