Suara.com - Tren memborong makanan dan dijadikan di satu wadah kerap dilakukan oleh para konten kreator. Hal ini pun kerap menjadi viral karena menarik banyak perhatian warganet.
Seorang pria memutuskan untuk membeli jajanan khas Sunda, cirambay, sebanyak Rp100 ribu. Momen ini lantas ia bagikan melalui akun TikTok @yudhapangestu24.
Dalam unggahan itu, ia menunjukkan proses pembuatan cirambay Rp100 ribu untuk dijadikan satu. Satu porsi cirambay itu dijual dengan harga Rp10 ribu.
Ia lantas mendapatkan 10 porsi cirambay untuk dijadikan satu. Ibu penjual cirambay ini pun tak keberatan dan segera membuatkan cirambay ini.
Sepuluh porsi cirambay itu lantas langsung digoreng di minyak panas. Penjual tersebut mengatakan cirambay tak bisa digoreng terlalu lama. Pasalnya, cirambay yang digoreng terlalu lama bisa berubah menjadi kerupuk.
Setelah itu, cirambay dimasukkan ke dalam wadah dan disiram dengan kaldu ayam. Selanjutnya, penjual juga memasukkan banyak sambal agar terasa pedas. Tak hanya sampai di situ, beberapa sendok cabai bubuk ditambahkan di cirambay itu.
Agar terasa semakin nikmat, ia juga menambahkan garam serta kecap. Sebagai pelengkap, ada tambahan telur orak arik, lalu semuanya diaduk hingga tercampur rata.
Setelah itu, pria ini segera menyantap cirambay yang baru saja ia beli. Wajahnya langsung memerah bahkan sampai terbatuk-batuk pada suapan pertama karena menahan pedas luar biasa dari cirambay tersebut.
Video ini lantas menarik banyak perhatian warganet. Beragam komentar memenuhi unggahan ini.
"Waduh, lambungku nangis lihatnya. Itu kelihatan pedas banget," komentar seorang warganet.
Warganet lain ikut berkomentar. "Wah, ini mah bisa dimakan se-RT nih, banyak betul," ujar warganet ini.
"Cirambay jajanan favorit aku nih, tapi kalau makan sebanyak itu sendirian kayaknya nggak akan sanggup," komentar seorang warganet.
Sementara itu, hingga Rabu (6/4/2022), video ini sudah ditonton sebanyak lebih dari 7 juta kali di TikTok.
Untuk menonton video selengkapnya, klik di sini!
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Physical vs Chemical Sunscreen, Mana yang Lebih Aman untuk Bumil? Cek 5 Rekomendasinya
-
Alasan Pelecehan Digital Mahasiswa FH UI Disebut Kekerasan Seksual
-
Kemenkes Rilis Aturan Label Gizi, Minuman Kekinian Kini Punya Rapor dari A Hingga D
-
Mengenal Rape Culture Pyramid, Jangan seperti 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual
-
6 Tips Parfum Tahan Lama di Baju, Wangi Tidak Mudah Hilang dan Lebih Awet
-
Menularkan Kepedulian dari Pinggiran Ciliwung: Cara River Ranger Ubah Cara Pandang Terhadap Sungai
-
4 Rekomendasi Sabun Cuci Muka dari Brand Lokal untuk Pudarkan Flek Hitam
-
Masih Bolak-balik Bisnis ke Indonesia, Segini Kekayaan Shin Tae-yong
-
3 Jenis Kanker yang Paling Banyak Menyerang Anak Muda di Singapura
-
Lirik Lagu Erika oleh OSD HMT ITB yang Berisi Pelecehan Seksual