Suara.com - Seorang wanita menjadi viral setelah memutuskan untuk membuat candaan dari bentuk tubuhnya yang gemuk. Wanita ini bahkan menjadi terkenal karena membuat konten video makan.
Melansir The Sun, wanita 25 tahun bernama Antonia Graham tersebut menjadi viral setelah ia menunjukkan bentuk tubuh dan perutnya di TikTok.
Bukannya malu, Antonia malah menyebut dirinya sendiri gemuk serta bangga karena mengalami obesitas parah.
Satu minggu setelahnya, Antonia pun menjadi terkenal karena dibayar untuk makan di video. Total, ia bisa memperoleh 10.000 poundsterling atau 188 juta per bulan dari video makan.
Ibu tiga anak ini biasanya menjual konten makan McDonalds, KFC, hingga Domino di OnlyFans.
Menurut Antonia, makan di depan kamera membuatnya bisa belajar mencintai bentuk tubuhnya sendiri.
"Aku mengalami masalah dengan berat badanku sampai tahun lalu. Aku melakukan diet yo-yo dan bahkan puasa 5 hari dan hanya minum air dengan harapan menurunkan berat badan. Tapi itu tidak terjadi," jelasnya.
"Tahun lalu videoku menjadi viral. Aku membuat candaan soal berat badan dan itu ditonton jutaan orang."
Meski mendapat komentar kebencian, Antonia juga mendapat respons positif dari orang-orang lain yang memiliki bentuk tubuh sepertinya.
Baca Juga: Update Terbaru! Kode Redeem Genshin Impact Sabtu 16 Juli 2022
Bahkan, salah satu komentar menyarankannya untuk membuat video makan. Ternyata, hal ini membuat Antonia sukses besar.
"Aku mulai makan untuk mendapat penghasilan sekitar satu minggu setelah video viralku," lanjutnya.
Menurut Antonia, dirinya bekerja membuat video makan sebanyak dua kali seminggu. Meski berjualan di situs dewasa OnlyFans, Antonia sama sekali tidak menjual konten eksplisit.
"Kebanyakan permintaan yang ada memiliki rating PG, tidak ada permintaan konten yang tidak sopan karena konsumenku tidak seperti pria pada umumnya. Mereka hanya ingin melihatku makan dan menambah berat badan," jelasnya.
Sekali makan, Antonia bisa menghabiskan sekitar 3.000 kalori. Namun, wanita ini juga menentukan batasan seberapa banyak yang bisa ia makan.
Tidak hanya itu, wanita ini juga tidak menyarankan agar orang lain melakukan hal sama sepertinya.
"Sayangnya, pekerjaan ini memberikan tekanan besar kepada tubuhmu," ungkapnya.
"Aku menghabiskan ribuan poundsterling untuk makanan agar perutku bertambah besar. Kau harus mendorong dirimu hingga batas."
Antonia sendiri tidak berencana untuk melakukan pekerjaan itu selamanya. Namun, untuk saat ini, pekerjaan tersebut membantunya untuk lebih menerima dan mencintai diri sendiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Persija Tantang Persib di Semifinal Piala Presiden 2026, STY Utamakan Proses Ketimbang Gelar
-
Sunscreen Apa yang Bisa Memutihkan Wajah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik sesuai Review dan Harga
-
Gojek Salurkan 35.000 Paket Perlengkapan Sekolah untuk Anak Mitra Driver di 100 Kota
-
Prediksi Skor, Susunan Pemain Persib Bandung vs Persija Jakarta, El Clasico di Piala Presiden
-
Polisi Sita 18 Motor Curian, Komplotan Curanmor Bersenjata Api Rakitan Dibekuk di Sumedang
-
Semakin Diterima Luas, Truk Listrik Fuso eCanter Diserahkan ke Konsumen di GIIAS 2026
-
Digugat Praperadilan, KPK Siap Hadapi Pejabat BPK Titin di PN Jaksel
-
BRI Bagikan Voucher Shopee Rp100 Ribu, Cek Syaratnya
-
Sambut HUT RI ke-81, Lorong Merah Putih 650 Meter Hiasi Tasikmalaya
-
Dendam dan Cinta yang Destruktif dalam Novel Wuthering Heights