Sekedar informasi, Rasuna adalah perempuan Indonesia pertama yang dibui karena tuduhan ujaran kebencian. Ia dipenjara selama 1 tahun 2 bulan.
Rasuna Said punya pemikiran, bahwa perempuan harus ikut andil memikirkan gagasan kebangsaan, serta ikut andil dalam perjuangan kemerdekaan.
Menurutnya, Indonesia tidak akan pernah bisa merdeka jika perempuannya masih terbelakang. Kaum perempuan Indonesia wajib berpikiran maju, seperti kaum lelaki.
3. Ki Hajar Dewantara
Tokoh yang tidak asing dan dikenal sebagai bapak pendidikan Indonesia. Lahir 2 Mei 1889, keturunan bangsawan, sejak kecil sudah difokuskan untuk mengenyam pendidikan. Pertama kali ia bersekolah di Sekolah Dasar untuk anak-anak Eropa dan juga kaum bangsawan, yaitu ELS.
Selanjutnya melanjutkan pendidikan di STOVIA, sekolah pendidikan dokter pribumi pada masa kolonial Belanda, yang dikenal sebagai Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).
Sayang, ia tidak bisa menyelesaikan sekolah, karena sakit. Namun kemahirannya menulis, dan menuangkan sikap anti kolonial dalam tulisannya, ia pernah diasingkan ke Belanda karena tulisannya.
Setelah kembali pada September 1919, ia kembali melakukan perlawanannya melalui tulisan-tulisannya sampai orasinya, dan kembali dipenjara.
Tepat 3 Juli 1922, Ki Hajar mendirikan Lembaga Pendidikan Nasional Taman Siswa. Sekolah ini didirikan khusus bagi rakyat pribumi.
Ki Hajar sadar bahwa pendidikan adalah senjata yang paling tajam untuk melakukan perlawanan terhadap penjajahan.
Baca Juga: Menteri Nadiem Makarim: Guru-guru Kita Dikekang Sistem Pendidikan Sehingga Tak Leluasa Berkreasi
Menurutnya, jika bangsa Indonesia cerdas maka tidak akan lagi mudah dibodohi oleh bangsa kolonial Belanda.
Taman Siswa ini benar-benar independen, Ki Hajar tidak sudi menerima subsidi dari pemerintah kolonial Belanda.
Berita Terkait
-
Isi Ceramah Tarawih di Masjid Kampus UGM, Mantan Rektor UNY Sebut Imtaq dan Iptek Harus Seimbang di Era Modern
-
Viral Siswi Meninggal Dunia Dua Hari Sebelum Pengumuman SNMPTN 2022, Warganet Ikut Bangga dan Tetap Ucapkan Selamat
-
Ulasan Film Marley: Kritik Terselubung Terhadap Sistem Pendidikan di Indonesia
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam