Suara.com - Presiden Korea Utara, Kim Jong Un berpidato tentang tren asing terkait penggunaan celana jeans ketat, rambut panjang dan diwarnai sebagai 'racun yang berbahaya'.
Dan agar negara tersebut terbebas dari tren mode Barat, semua pemuda di Korea Utara akan ditangkap jika kedapatan mengikuti tren tersebut.
Mengutip Insider, Selasa (10/5/2022) Korea Utara membentuk organisasi patroli khusus untuk menangkap anak muda, khususnya perempuan yang kedapatan mengenakan celana ketat, memiliki rambut panjang cokelat melebihi pinggang, dan pakaian dengan huruf asing.
Setelah ditangkap, anak muda ini akan diminta berdiri dipinggir jalan, sampai patroli selesai. Lalu mereka ke kantor dan diminta mengaku lewat pernyataan tertulis, atas perbuatan menggunakan tren mode yang tidak seharusnya.
Selanjutnya anak muda tersebut diminta menunggu di kantor tersebut, sampai ada orangtua atau wali yang membawa baju atau mengubah gaya busana mereka sebagai syarat diizinkan keluar.
Organisasi yang dikelola negara ini juga kerap memberikan pendidikan nasionalis, dan menyatakan tren mode Barat sebagai bentuk kapitalis atau tidak sesuai dengan aturan negara tersebut.
Sanksi terparah yang bisa dialami pelanggar, yaitu publikasi informasi pribadi ke khalayak umum menggunakan pengeras suara di seluruh negeri.
Data pribadi itu berupa nama, alamat rumah, hingga tempat ia bekerja.
Meski aturan ini cukup keras, setiap harinya masih saja ada anak muda yang berusaha mengikuti tren mode Barat seperti ada yang di televisi.
Baca Juga: The Long Way Home: 2 Tentara dari 2 Korea yang Bersatu untuk Pulang Bersama
Berita Terkait
-
Viral Pria Mirip Kim Jong Un Nyumbang Lagu di Kondangan, Netizen: 'Bayarannya Mahal'
-
Penampakan Pria Mirip Kim Jong-un Asyik Nyanyi Dangdut di Acara Kondangan, Warganet: Judul Lagunya Rudal Bergoyang
-
Geger Video Viral Pria Mirip Kim Jong Un Nyanyi Dangdut di Kondangan, Publik: Senggol, Rudal Meroket
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas
-
Rambah Hutan Lindung di Batam, PT GTP Jadi Tersangka Korporasi
-
Truk LPG Hantam 11 Kendaraan di Kota Bandung, Pesepeda Wanita Meninggal Dunia
-
TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang
-
Atasi Sampah Kabupaten Bogor, PSEL Galuga Siap Dibangun di Atas Lahan Kopassus