Suara.com - Berhubungan seks menjadi bagian dari kehidupan biasa dan orang sering mengukur hubungan mereka dengan seberapa banyak kepuasan seks yang mereka lakukan setiap hari atau setiap minggu. Jika telah berhenti berhubungan seks maka kamu harus mengetahui 7 hal ini yang dapat terjadi pada kamu.
Menimbulkan kecemasan
Seks sering disarankan bagi mereka yang stres sepanjang waktu. Jika kamu tiba-tiba berhenti berhubungan seks, kamu mungkin menjadi lebih cemas karena seks dikatakan membantu mengurangi hormon yang melepaskan stres. Kehidupan seks yang aktif seringkali membuat orang merasa lebih bahagia dan lebih sehat.
Kurang membakar kalori
Seks adalah bentuk olahraga yang sehat dan baik dan banyak orang kehilangan 5 kalori per menit saat berhubungan seks. Dikatakan setara dengan jalan cepat. Setelah kamu berhenti berhubungan seks, tubuh kamu melambat dan kamu harus mencari cara lain untuk berolahraga.
Mudah lupa
Seks teratur membantu meningkatkan daya ingat kamu sesuai dengan beberapa penelitian dan teori sehingga ada kemungkinan kamu lupa lebih banyak setelah kamu berhenti berhubungan seks.
Perubahan dalam hubungan
Ketika kamu berhubungan seks setidaknya sekali seminggu, kamu sebagai pasangan paling bahagia dan itu membantu kamu menjalin ikatan, membangun kepercayaan, dan membuat kamu berdua lebih pengertian. Tanpa seks, hubungan sering berantakan. Tingkat frustrasi meningkat dan kamu merasa jengkel.
Baca Juga: 5 Cara Menurunkan Berat Badan Tanpa Effort Lebih, dari Berhubungan Seks sampai Bermain Game
Kurang tidur
Jika kamu berhenti berhubungan seks, kamu cenderung kehilangan hormon seperti oksitosin dan prolaktin yang membantu kamu untuk tidur nyenyak.
Rasa sakit dan nyeri
Tidak banyak yang menyadari bahwa tiba-tiba menghentikan hubungan seks bisa menjadi alasan di balik rasa sakit dan nyeri yang semakin parah. Orgasme membantu melepaskan endorfin dan membantu meredakan nyeri kaki, kepala, dan punggung. Tidak berhubungan seks juga dapat menyebabkan peningkatan kram menstruasi dan nyeri artritis.
Menurunkan gairah seks
Tidak berhubungan seks pada akhirnya akan menyebabkan menyusutnya vagina tanpa berhubungan seks secara teratur. Bagi pria, hal itu dapat menyebabkan Disfungsi Ereksi juga. Jadi, jika kamu merasa dapat memulai dari mana kamu memulai seks, maka itu akan menjadi kesalahan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 5 Sepatu Saucony Paling Nyaman untuk Long Run, Kualitas Jempolan
Pilihan
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
Terkini
-
5 Moisturizer untuk Hempaskan Garis Penuaan, Mulai Rp30 Ribuan
-
4 Rekomendasi Cushion yang Tahan Keringat, Tak Perlu Khawatir saat Aktivitas Padat
-
Ketika Dapur Rumahan Ingin Naik Kelas: Cerita UMKM yang Siap Bertumbuh
-
5 Bedak untuk Samarkan Garis Penuaan agar Wajah Tampak Muda
-
4 Rekomendasi Serum Bakuchiol Lokal untuk Usia 40-an, Lebih Aman bagi Kulit Sensitif
-
Apa Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang? Ini 5 Rekomendasinya
-
5 Sunscreen Terbaik untuk Mengatasi Garis Penuaan Usia 50 Tahun ke Atas
-
Lebih Baik Sepatu Saucony atau HOKA untuk Daily Run? Ini Perbandingannya
-
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
-
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?