Lifestyle / Komunitas
Senin, 06 Juni 2022 | 16:53 WIB
Ilustrasi arisan. (pexels/Karolina Grabowska)

Suara.com - Kasus dugaan penggelapan uang arisan sebesar Rp 724,6 juta yang menyeret nama Krisna Mukti menghebohkan publik.

Kasus dugaan penggelapan uang arisan tersebut dilaporkan pedangdut Tessa Mariska alias Yeni Khaidir. Atas laporan itu polisi bakal memanggil Krisna Mukti terkait kasus dugaan penggelapan uang arisan yang jumlahnya fantastis.

"Nanti dijadwalkan segera oleh penyidik," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Zulpan di Polda Metro Jaya, Senin (6/6/2022).

Belum dipanggilnya Krisna Mukti hingga saat ini lantaran polisi masih melakukan pendalaman materi dari pelapor, Tessa Mariska, termasuk untuk kelengkapan bukti dan alat pendukung lainnya.

"Laporannya sudah diterima Polda dan masih didalami penyidik," ujar Kombes Zulpan.

Berbicara soal arisan, tentu sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia. Cara mengumpulkan uang dengan sekelompok orang lalu hasilnya dibagikan secara bergiliran ini memang sangat disukai berbagai kalangan, mulai dari kalangan bawah, menengah hingga atas.

Seiring dengan berjalannya waktu, arisan kini tak hanya mengumpulkan uang, tetapi juga dalam bentuk berbagai barang.

Lantas, apa sebenarnya pengertian arisan, sejarah atau asal mulanya, serta jenis-jenis arisan yang ada di Indonesia? Simak ulasan lengkapnya dikutip dari lifepal.

Pengertian Arisan
Arisan adalah kegiatan bersama di dalam sebuah komunitas yang penerapannya berbentuk pengumpulan dana pada tiap periode tertentu.

Baca Juga: 4 Fakta Krisna Mukti Dilaporkan Atas Dugaan Penggelapan Uang Arisan, Total Kerugian Rp724,6 Juta

Setelah uang terkumpul, akan dilakukan semacam undian untuk menentukan orang yang akan menerima dana tersebut.

Di Indonesia istilah arisan sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar orang. Kegiatan ini menjadi salah satu ajang yang memaksa kita menabung karena setiap orang dipaksa untuk menaruh sejumlah uang sesuai kesepakatan.

Kemudian tiap-tiap orang harus menunggu gilirannya untuk mendapatkan uang yang terkumpul. Walau terkesan menabung, konsepnya berbeda dengan sistem tabungan konvensional.

Sejarah Arisan di Indonesia
Dalam bahasa Inggris, istilah arisan merujuk pada social gathering atau kegiatan kumpul-kumpul. Maknanya dalam budaya Indonesia ternyata lebih daripada itu.

Kegiatan ini dilakukan sebagai metode menyimpan uang, tapi beroperasi di luar dari ekonomi formal sebagaimana tidak ada lembaga ataupun badan hukum penjamin untuk kegiatan tersebut.

Supaya lebih jelas mengenai definisi arisan yang sudah dijelaskan sebelumnya, simak contoh berikut. Ada 12 orang yang sepakat mengadakan arisan dengan dana setoran tiap bulan masing-masing anggota sebesar Rp500 ribu.

Sistem pengundiannya bisa dilakukan dengan pengocokan nama. Nah, di bulan pertama, nama yang keluar sebagai penerima dana adalah si A. Jadilah, dia menerima Rp6 juta di awal.

Kemudian bulan berikutnya si B yang menerima dana dan seterusnya. Sampai dengan undian terakhir diperoleh orang yang namanya masih tersisa.

Dari contoh tersebut bisa dikatakan si A yang mendapatkan dana pertama kali diibarakan mendapatkan pinjaman dan dia harus mencicilnya hingga semua orang mendapatkan dana arisan.

Sementara orang yang terakhir mendapatkan dana hampir sama seperti menabung karena dia menaruh uang sejak awal dan baru mendapatkan hasilnya terakhir.

Jenis-jenis Arisan di Masyarakat Indonesia
Pada umumnya kegiatan ini menggunakan uang walau tidak selalu demikian sebenarnya. Di Indonesia ada beberapa jenis arisan yang diterapkan masyarakat.

1. Arisan Uang
Arisan uang terbilang paling umum dan sudah sangat melekat bagi masyarakat Indonesia. Metodenya pun sangat mudah, yaitu dengan menyetorkan uang saja pada periode tertentu.

2. Arisan Logam Mulia
Meski namanya arisan logam mulia, yang disetorkan tetap uang ya. Anggota kelompok bisa membuat kesepakatan untuk tiap periode menyetorkan sejumlah uang untuk dibelikan emas 10 gram.

Sistem ini dinilai lebih adil karena peserta bisa menikmati pertukaran harga emas yang diasumsikan selalu naik.

Khusus arisan emas, sekarang Pegadaian sudah menyediakan program tersebut lho!

Syarat untuk ikutan program arisan emas dari Pegadaian adalah peserta minimal enam orang dengan waktu pembiayaan hingga 36 bulan.

Konsepnya mirip dengan arisan emas biasa, tapi akan lebih aman karena dikelola Pegadaian.

Setiap anggota terlebih dahulu menyepakati besaran emas yang dibeli dari Pegadaian, contohnya 10 gram.

Misalnya, harga emas per gram adalah Rp700 ribu. Total anggota adalah 20 orang. Berarti total uang yang perlu disetorkan sebagai berikut.

10 gram emas x Rp700.000 = Rp7.000.000
Rp7.000.000 / 20 orang = Rp350.000

Itu berarti tiap bulan setiap anggota harus menyetorkan uang Rp350 ribu. Gampang, bukan? Plus aman serta terpercaya pula karena tiap-tiap anggota mendapatkan emas bersertifikat dari Pegadaian.

Mirip dengan sistem ini adalah tabungan emas Pegadaian. Namun, sistem tabungan ini bisa kita jalani sendiri tanpa arisan.

Caranya mudah, kita hanya perlu menyetor sejumlah dana hingga pada periode tertentu hingga terkumpul sejumlah uang yang setara dengan satuan emas tertentu yang diinginkan.

3. Arisan Barang
Arisan barang ini masih cukup sering dilakukan di desa. Biasanya patungan dilakukan saat salah satu anggota akan mengadakan hajatan atau pesta.

Jadi, tiap orang harus membawa barang yang tentu saja sudah ditentukan di awal.

Barang itu sendiri bisa berupa sembako, minyak goreng, dan bahan-bahan lain yang dibutuhkan untuk kepentingan pesta.

Dengan begitu orang yang menggelar pesta pernikahan atau hajatan lain sangat terbantu karena bahan atau barang yang diperlukan sudah terpenuhi oleh anggota.

Load More