Suara.com - Kasus stunting di Indonesia terus menjadi perhatian pemerintah. Data menunjukkan, angka prevalensi stunting di Indonesia telah menurun, tetapi tetap cukup tinggi.
Dalam konferensi pers bersama JAPFA mengenai acara Persembahan Karya Jurnalistik Pencegahan Stunting, Direktur Pemberitaan Kantor Berita ANTARA, Akhmad Munir mengungkapkan saat ini tingkat prevalensi kasus stunting berada 24 persen.
Sementara itu, pemerintah menargetkan pada 2024 angka prevalensi kasus stunting sebesar 14 persen. Munir juga menambahkan, kasus stunting setiap tahunnya selalu masuk ke dalam 10 agenda nasional.
"Akhir-akhir ini stunting selalu ada di 10 agenda nasional selain G20, transformasi digital, Covid 19, pemulihan ekonomi, dan lain-lain," ucap Akhmad Munir, Selasa (14/06/2022).
Pemerintah sendiri telah menyiapkan dana sebesar Rp44 triliun lebih untuk mengatasi masalah stunting.
Melihat kasus stunting yang terbilang cukup tinggi, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) mengadakan apresiasi karya jurnalistik. Acara ini ditujukan untuk mengapresiasi wartawan yang selama ini selalu membantu pemerintah dalam menyebarkan informasi mengenai stunting.
Direktur Corporate Affairs JAPFA, Rachmat Indrajaya mengatakan, sebagai perusahaan protein hewani, acara ini menjadi wadah bagi media untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan stunting.
Selain acara apresiasi karya ini, pihaknya juga telah melakukan berbagai kegiatan yang mendorong angka stunting agar semakin rendah, seperti adanya kegiatan edukasi posyandu, dan produk yang ditujukkan untuk anak.
Acara apresiasi karya jurnalistik ini mengusung tema "Penuhi Asupan Protein Hewani, Sambut Generasi Bebas Stunting". Nantinya para wartawan dapat mengirimkan karya jurnalistik baik cetak, online, maupun foto.
Baca Juga: Peneliti: Perempuan yang Menikah Dini Berisiko Lahirkan Anak Stunting
Munir mengatakan, dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan ruang untuk wartawan mengeksplor berbagai isu terkain stunting. Ia berharap, karya jurnalistik yang dihasilkan dapat memberikan manfaat untuk masyarakat sehingga angka stunting semakin menurun.
Waktu pengiriman karya mulai dari 1 September 2021 - 10 September 2022. Untuk karya tersebut nantinya akan dinilai oleh beberapa juri.
Juri dari karya jurnalistik ini merupakan orang-orang yang ahli di bidangnya, antara lain :
- Direktur Corporate Affairs JAPFA, Rachmat Indrajaya.
- Ahli Gizi dan Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Sandra Fikawati.
- Direktur Pemberitaan Kantor Berita ANTARA, Akhmad Munir.
- Visual Storyteller atau pewarta foto, Beawiharta.
Rachmat berharap, dengan adanya apresiasi karya jurnalistik ini, masyarakat mendapat edukasi mengenai stunting, terutama pencegahannya. Selain itu, masyarakat juga mengetahui pentingnya mengonsumsi protein hewani dan gizi seimbang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Link Pendaftaran Mudik Gratis Bersama Taspen, Kuota 100 Ribu Pemudik
-
Puasa Ramadan Bikin Berat Badan Naik? Begini Penjelasan Ahli Gizi RSA UGM
-
Apakah Sepeda Listrik Lipat Boleh Masuk KRL? Cek 6 Rekomendasi yang Diizinkan
-
Bukan LPDP! 5 Beasiswa Fully Funded Ini Tidak Wajibkan Penerima Kembali ke Indonesia
-
45 Desain Amplop Lebaran Gratis Siap Print, Model Unik Bikin THR Makin Berkesan
-
7 Sepatu Lebaran Tanpa Tali untuk Orang Tua, Jalan Kaki Nyaman Bebas Ribet
-
Apakah Sepeda Listrik Bisa Meledak? Cek 6 Rekomendasi Selis Terbaik Bebas Korsleting
-
Rumus dan Cara Perhitungan THR Kurang dari 1 Tahun, Pekerja Baru Wajib Tahu!
-
5 Rekomendasi Sabun Muka pH Balance untuk Jaga Skin Barrier Tetap Sehat
-
Magrib Jogja Hari Ini Jam Berapa? Ada yang Buka Puasanya Lebih Cepat dari Kemarin