Suara.com - Kebanyakan oyster atau tiram laut premium berasal dari Eropa dan Australia. Tapi menariknya, sebagai negara maritim, Indonesia ternyata juga menghasilkan oyster dengan kualitas baik. Dan hal ini diakui oleh Chef Renatta Moeloek.
Oyster terbaik Indonesia adalah Pacific Oyster atau Crassostrea Gigas yang juga sering disebut sebagai oyster Sumatera.
Selain dari Sumatera, oyster lokal ini juga kerap ditemukan di perairan Lombok, Bali, dan Lampung, yang dinilai kualitasnya tidak kalah dengan oyster impor.
Meski punya harga premium, tapi bagi pecinta seafood, oyster Sumatera ini punya tempatnya tersendiri karena berhasil menciptakan sensasi rasa dan tekstur yang tak biasa, yaitu tebal sekaligus lembut.
Perlu diketahui, umumnya oyster dinikmati dalam keadaan mentah, karena dianggap memiliki rasa yang menyegarkan, dan tidak perlu dimasak.
Oyster lokal ini bisa dinikmati dan jadi menu andalan di Dealer Oyster sebagai signature utama para penggemar seafood.
“Pacific Oyster Sumatera menjadi menu andalan dari Oyster Dealer karena tekstur dagingnya yang agak tebal dan relatif manis. Untuk mendapatkan Oyster lokal yang berkualitas tentunya kami bekerja sama dengan para nelayan lokal.” kata Owner sekaligus Chef Oyster Dealer, Andika Biantara, melalui keterangan yang diterima suara.com, Selasa (28/6/2022).
Adapun oyster lokal ini kerap disajikan bersama dengan Classic & Signature Cocktails dan Mocktails.
Biasanya, saat di restoran, tiram lokal ini juga disandingkan dengan Namjim dan Ponzu sauce, sehingga rasanya semakin kaya akan rasa gurih dan manis, yang meleleh bersama lembutnya daging oyster.
Baca Juga: Tingkatkan Kesehatan dan Gairah Seksual, Konsumsi Makanan dengan 9 Asam Amino Ini!
Chef Renatta Moeloek mengatakan oyster lokal yang dijadikan andalan sangat baik jika disajikan dengan inovasi rasa, tanpa dihilangkan unsur kesegaran kerang laut ini. Hasilnya adalah rasa unik yang khas dinilai akan sulit dilupakan penikmatnya.
Adapun oyster lokal ini diambil langsung melalui penangkaran yang bekerjasama dengan nelayan, dan sudah berlangsung lebih dari dua tahun, sekaligus menjaga habitat oyster lokal agar kualitas tetap terjadi hingga ke lidah penikmatnya.
Saat oyster diambil dari para nelayan, oyster akan lebih dulu dirawat di penangkaran Aquafarm Oyster Dealer, dimana standarnya dijaga dari mulai suhu air, jenis dan kandungan partikel airnya hingga makanan bagi oyster.
“Di Aquafarm Oyster Dealer yang berlokasi di Jakarta Selatan, kami benar-benar menjaga penangkaran kami sesuai dengan habitat aslinya dari oyster itu,” pungkas Andika.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Tengah Malam, Parigi Moutong Diguncang Gempa Magnitudo 6,2
-
5 Merek Pengharum Ruangan Terbaik 2026, Cocok Buat Rumah dan Kantor
-
Profil Bangladesh Tim Pengganti India di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Pernah Dipecundangi
-
Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
-
OJK Siapkan Dua Regulasi Baru untuk Dukung Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Otoritas Jasa Keu
-
5 Mobil Terlaris 2026 Januari hingga Juli Kategori EV: Ini Rajanya
-
Jusuf Kalla Soroti Kerusuhan di Aceh, Minta Masyarakat Jaga Perdamaian Helsinki
-
Unhas Pecat Mahasiswa Kehutanan Pelaku Pelecehan Seksual
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman