Suara.com - YouTuber Jerome Polin baru-baru ini mengunggah foto nilai rapor miliknya saat masih sekolah dulu. Dalam unggahan tersebut, ia memperlihatkan daftar nilai rapor yang rata-rata mendapat nilai di atas 90.
Hanya satu mata pelajaran yang mendapat nilai 87, yaitu sejarah Indonesia pada bagian pengetahuan. Jerome sendiri mengaku, mata pelajaran tersebut cukup sulit karena banyak hapalan.
“Abis iseng buka-bukain lemari, terus nemu rapor SMA. Ngeliat nilai kelas 12 agak kaget sendiri, ‘kok bisa ya?’ WKWKWK tapi dari dulu aku emang paling lemah di pelajaran sejarah sih, hafalannya banyak banget susah. Kalo kalian paling gak suka pelajaran apa?” tulis Jerome dalam caption, Sabtu (02/07/2022).
Selain itu, netizen juga terkejut melihat nilai matematika Jerome yang mencapai 99 di rapornya. Seperti yang diketahui, Jerome memang menyukai matematika. Ia juga menyukai pelajaran yang membutuhkan cara berpikir penyelesaian dengan angka-angka.
Berbeda dengannya, banyak orang yang justru tidak menyukai matematika. Hal ini menunjukkan kalau orang menyukai bidang yang berbeda. Bahkan, cara belajar seseorang juga berbeda-beda.
Ada beberapa orang yang lebih gemar belajar dengan membaca. Namun, sebagian juga lebih mudah menangkap materi ketika ia mendengarkan penjelasan seseorang. Cara belajar ini juga tergantung bagaimana seseorang tersebut merasa nyaman untuk melakukannya.
Melansir laman dari situs Rasmussen University, terdapat empat tipe cara belajar bagi seseorang sebagai berikut.
1. Tipe Visual (Visual learners)
Mereka yang memiliki cara belajar visual biasanya lebih menyukai melihat sesuatu yang dipelajarai. Biasanya, mereka akan mengamati gambar, diagram, petunjuk, dan hal-hal lainnya.
Tipe yang satu ini juga sering membuat catatan atau daftar untuk memudahkannya mengerti materi yang dipelajari.
Baca Juga: Ini Kemampuan Digital yang Mesti Dimiliki Guru Saat Belajar Jarak Jauh
Untuk mengajar tipe yang satu ini akan lebih efektif jika guru tersebut melakukan presentasi atau memberikan lembaran yang bisa dilihatnya.
Hal tersebut karena ia akan melihat materi melalui tampilan visual yang diberikan sehingga orang itu akan lebih mudah memahami materi.
2. Tipe Audio (Auditory learners)
Untuk tipe yang satu ini, mereka akan lebih mudah memahami materi ketika mendengarkan penjelasan dibandingkan membaca catatan atau melihat presentasi.
Mereka dengan tipe belajar seperti ini juga bisanya lebih aktif dalam menyampaikan ide atau konsep yang dimilikinya daripada membuat catatan tertulis.
Mereka juga akan lebih menyukai diskusi kelompok. Hal itu karena diskusi akan membuatnya mudah memahami materi yang diajarkan dibandingkan harus membacanya sendiri.
3. Tipe Kinestetik atau Gerakan (Kinesthetic learners)
Tipe belajar yang satu ini akan lebih mudah memahami materi melalui gerakan, seperti praktik. Biasanya, mereka dengan tipe belajar ini akan sulit memahami materi ketika berisi penjelasan maupun diminta membacanya.
Namun, mereka akan mudah paham ketika melakukannya langsung dalam praktik.
Untuk mengajar seseorang dengan tipe yang satu ini akan lebih efektif jika menjelaskan materi dengan membuatnya gerak.
Bisa juga memberikan praktik sehingga ia akan mudah memahami materi yang diajarkan. Pengajar juga bisa mengajarkan mereka dengan melakukan adegan sehingga materinya ebih mudah diserap.
4. Tipe Membaca atau Menulis (Reading/writing learners)
Menurut teori VARK Modalities yang dikembangkan oleh Fleming dan Mills pada 1992, pelajar dengan tipe membaca atau menulis lebih memilih untuk belajar melalui kata-kata tertulis.
Biasanya mereka akan lebih tertarik membaca atau menulis dibandingkan melihat gambar yang ada. Mereka juga akan senang ketika diminta menulis artikel atau hal-hal yang berhubungan dengan kata.
Cara mengajar seseorang dengan tipe ini juga sangat mudah, yaitu dengan meminta mereka membaca dan menuliskan materi yang diajarkan.
Hal tersebut akan membuatnya mudah untuk mengerti karena mereka akan membaca materi lalu mencatatnya sehingga dalam hal tersebut akan bisa masuk ke dalam otak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
- 5 Rekomendasi HP Layar Besar untuk Orang Tua Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Rekomendasi Cream Memutihkan Wajah dalam 7 Hari BPOM
Pilihan
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
Terkini
-
Tamini Square Punya Taman Bermain Anak Terbesar di Jakarta, Cocok Banget Buat Ngabuburit Keluarga!
-
Apakah Tadarus Harus Bulan Ramadan? Begini Ketentuan dan Anjurannya
-
Jangan Sampai Kehabisan! Cara Dapat Tiket Kereta Api Sampai Maret 2026 Tanpa Bayar Penuh di Awal
-
7 Merek Baju Muslim Wanita Premium Harga Terjangkau, Cocok buat Lebaran
-
Daftar Harga Kurma di Alfamart Terbaru, Ini 6 Manfaatnya untuk Buka Puasa
-
10 Ide Jualan Takjil Buka Puasa yang Praktis dengan Modal Awal Kecil
-
Terpopuler: Investasi Mengejutkan Cristiano Ronaldo, Lapor SPT Tahunan di Coretax
-
5 Sepatu Tanpa Tali Mirip New Balance 1906L, Model Loafer Harga Lebih Murah
-
Chef Devina Bagikan Tips Mempercantik Dapur agar Masak Lebih Menyenangkan
-
Tren Desain Masa Kini, Mengangkat Budaya Lokal ke Panggung Global