Suara.com - Ketika perbatasan berbagai negara mulai dibuka dan sektor pariwisata mulai menggeliat, traveling menjadi salah satu to do list teratas yang dilakukan banyak orang belakangan ini.
Selain protokol kesehatan yang tak boleh dilupakan, saat traveling kamu juga wajib menjaga etika, terutama saat berkunjung ke tempat baru. Faktanya, setiap daerah maupun negara memiliki kode etik yang berbeda-beda. Jadi, sebagai tamu, ada baiknya kamu mencari tahu hal yang boleh atau pun tidak boleh dilakukan saat traveling ke tempat baru.
Nah, buat kamu yang ingin traveling ke daerah atau negara mana pun, berikut rangkuman dari Pegipegi terkait tujuh etika yang wajib banget kamu ketahui!
1. Sadari bahwa kamu adalah tamu
Selayaknya berkunjung ke rumah orang, saat traveling, kamu pun berstatus sebagai tamu di tempat tersebut. Itu artinya, sebagai tamu, kamu sepatutnya tidak boleh merasa terlalu nyaman seperti tinggal di rumah sendiri.
Selain itu, sebagai tamu tentu kamu harus menghormati si tuan rumah. Artinya, menghormati segala sesuatu yang ada di daerah tersebut, termasuk penduduk setempat. Bersikaplah sopan dalam kondisi apapun.
2. Ketahui dan patuhi aturan atau adat istiadat setempat
Ketika kamu menemukan papan petunjuk yang berisi aturan yang boleh atau tidak boleh dilakukan di daerah sekitar, maka patuhi aturan tersebut. Aturan atau adat istiadat tersebut pasti dibuat karena ada alasan tertentu.
Sebagai contoh, di Bali terdapat aturan bahwa tidak boleh menginjak atau merusak sesajen, dan perempuan yang sedang menstruasi dilarang memasuki area suci. Aturan tersebut harus kamu patuhi karena merupakan bentuk rasa hormat terhadap tradisi atau kepercayaan setempat.
Baca Juga: 8 Hal Yang Harus Dipersiapkan Ketika Ingin Ke Luar Negeri
3. Gunakan pakaian yang sesuai
Sama halnya di Bali, biasanya setiap negara memiliki aturan berpakaian tersendiri untuk pria dan wanita. Aturan tersebut diharapkan untuk diikuti oleh turis asing sebagai bentuk rasa hormat.
Seperti contohnya, para wanita dilarang mengekspos terlalu banyak bagian yang terbuka, atau dilarang menggunakan sandal jepit. Bahkan di Prancis, kita tidak boleh menggunakan piyama saat ke mal.
Meskipun kamu tidak setuju dengan aturan berpakaian yang ditetapkan, kamu diharapkan untuk tetap mematuhi aturan tersebut. Dengan mematuhi, itu menunjukkan kalau kamu menghargai aturan atau tradisi setempat. Dan, liburanmu juga akan tetap aman karena tidak melawan aturan.
4. Perhatikan cara bicara
Perlu diingat bahwa meskipun sudah melakukan riset mendalam mengenai suatu tempat, bukan berarti kamu mengetahui segalanya tentang tempat tersebut. Sebaiknya, jangan mencoba untuk berbicara atau berdebat dengan penduduk setempat tentang sesuatu hal yang tidak kamu pahami.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Andi Sudirman Gaungkan Kedaulatan Pangan Menuju Indonesia Emas 2045
-
5 Zodiak dengan Horoskop Terbaik 18-23 Agustus 2026, Siap-siap Panen Hoki Sepekan
-
Putra Pejuang Ungkap Makna di Balik Monumen Kebulatan Tekad Rengasdengklok
-
Konflik AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Ditutup Naik 2 Dolar AS
-
Bukan untuk Merayakan, Hari Ini BEM UI Demo di Bundaran HI Bawa 8 Tuntutan
-
Demo 18 Agustus 2026 di Mana? Cek Lokasi Aksi Mahasiswa di Jakarta
-
iQOO Neo11 Ultra Siap Jadi Monster Gaming Baru: Usung Chip Gahar dan Baterai Jumbo 9.100 mAh
-
Apakah 18 Agustus 2026 Cuti Bersama? Cek Jadwal Libur Setelah HUT RI ke-81
-
HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu