Suara.com - Baru-baru ini nama penyanyi Ardhito Pramono kembali buat heboh masyarakat atas video syur seseorang yang mirip dengannya.
Dalam video yang tersebar di media sosial tersebut, terlihat sosok yang mirip dengannya sedang mastrubasi. Beberapa warganet menyebutkan pria di video tersebut mirip dengannya karena kacamata yang dipakainya.
Namun, beberapa netizen lainnya mengatakan pria di video tersebut tidak mirip dengan pelantun lagu Bitterlove tersebut. Namanya sendiri langsung trending di berbagai media sosial dan menjadi perbincangan masyarakat.
Berbicara mengenai video mesum sendiri memang kerap kali tersebar luas di media sosial. Bahkan, sudah banyak kasus video mesum tersebar di media sosial.
Melansir laman Keepcalmlogon, penulis ternama sekaligus Guru lulusan Universitas Columbia, Dr. Gillian Andrews atau akrab dikenal Gus mengungkapkan, merekam adegan intim di media sosial sendiri berisiko tersebarnya privasi yang dimiliki.
Menurutnya, video atau foto tersebut adalah milik pribadi. Namun, jika hal tersebut sudah terekam melalui ponsel dengan nomor yang terhubung media sosial dapat saja berisiko tersebar secara luas.
Apalagi jika foto atau video tersebut sudah ada di aplikasi pesan teks. Hal ini tidak ada jaminan untuk orang lain menyimpan video atau foto tersebut. Gus menuturkan, jika hal tersebut sudah sekali masuk ke media sosial akan sulit dihilangkan. Meskipun foto atau video tersebut dihapus seseorang bisa saja masih menyimpan di gawai miliknya.
Oleh karena itu, Gus Andrews menyarankan ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika memiliki video intim di antaranya:
- Hindari aplikasi yang media sosial yang mencantumkan nomor telepon karena dapat berisiko seseorang mencuri data pribadi dan menyebarkannya di media sosial.
- Pertimbangan lebih matang sebelum mengambil video mesum. Apakah video tersebut akan tersebar di internet atau tidak. Pikirkan juga apakah dalam video terlihat wajah atau bagian tubuh yang spesifik menjelaskan siapa orang tersebut.
Bagaimana jika video intim tersebut sudah tersebar?
Baca Juga: Ardhito Pramono Trending Twitter Gegara Video Syur: Biar Orang Kata Apa
Jika video tersebut sudah tersebar luas, seseorang bisa melaporkannya kepada pihak berwajib untuk mengetahui pelaku penyebaran. Bisa juga meminta organisasi yang bekerja di bidang informasi dan komunikasi untuk menghapus atau memblokir segala hal yang berhubungan dengan foto atau video tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
5 Zodiak Paling Hoki dan Sukses pada 4 April 2026, Kamu Masuk Daftar?
-
Pinkan Mambo Kuliah di Mana? Viral Live Ngamen di Pinggir Jalan
-
Apa Kegunaan Moisturizer? Ini 10 Manfaat Penting yang Wajib Kamu Tahu
-
Tak Bisa Dipalsukan, Apa itu Ijazah Blockchain yang Diraih Pratama Arhan?
-
7 Sepatu Lari Terbaik Adidas Alternatif Adizero untuk Daily Run hingga Race
-
30 Ucapan Selamat Hari Paskah 2026 dalam Bahasa Inggris yang Benar dan Penuh Makna
-
5 Kebijakan WFH Paling Nyeleneh di Dunia Imbas Perang, Indonesia Tak Ada Apa-apanya
-
Rahasia Memilih Sepatu Lari yang Tepat, Terungkap dari Inovasi SOLAR 2.0 Ortuseight Running
-
7 Daftar Model Kebaya Terbaru, Cocok Dipakai di Hari Kartini 21 April
-
5 Parfum Wanita Lokal yang Disukai Pria, Wangi Tahan Lama dan Menggoda